RiauHub.com – “Gerak dikit, cekrek.” “Gerak terus, cekrek.” “Gerak lagi, cekrek.”

Tak bosan-bosannya diri kita memainkan pose agar ditangkap oleh kamera. Sebenarnya, mudah sekali membuat orang lain bahagia di masa kini. Cukup sediakan kamera, selfie!

Hari ini, Saya ikutan selfie juga, Gaes..

Meskipun panas matahari serasa menguliti, tak mengapa. Asal jangan menyakiti saja..

Lokasi ini namanya Monumen Perjuangan TNI AL. Lokasi monumen ini berada di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Menurut sejarah, monumen ini merupakan bukti otentik bahwa di Kota Pariaman pernah dijadikan sebagai markas TNI AL saat Agresi Militer Belanda II. Monumen ini berbentuk diorama kapal perang. Di atasnya terdapat patung pejuang. Di dinding kapal, terdapat tulisan sejarah serta lambang TNI AL. Sedangkan di sebelah kanan, terdapat sebuah tank baja dan di sebelah kiri monumen terdapat mariam tomong.

Di sekitar monumen, berkibarlah Sang Saka Merah Putih. Gagah perkasa, mengangkasa. Membuat jiwa patriotisme ini lahir kembali, Gaes..

BACA JUGA  Upaya Nyata Kemenhub RI Ciptakan Kenyamanan Transportasi Indonesia

Bisa dibayangkan kalau di tepi pantai yang indah ini pernah terjadi aksi baku tembak antara TNI AL dengan penjajah Belanda.

Pada 8 Maret 1946 Mayor Sulaiman diperintahkan oleh komandan Divisi III Banteng untuk memindahkan Markas Komando TKR Laut Sumatera Tengah ke Pariaman karena kondisi Kota Padang, Sumbar yg sudah tidak aman. Sejak itu kota tersebut dikenal sebagai Markas AL Pangkalan Besar Pariaman.

Luar biasa perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan-tangan para penjajah. Segala kemampuan dikerahkan. Berkorban jiwa, harta, waktu, serta kebahagiaan. Demi apa coba? Demi kita yang hidup enak di zaman ini.

Wilayah Pesisir Pariaman sangat indah. Lautnya biru memesona. Langitnya putih, cerah, berawan, laksana lukisan alam. Di sebelah kiri monumen, terdapat dermaga kecil, tempat kapal-kapal kecil bersandar. Ombaknya kecil. Jika telah mendekati daratan, ombak itu akan membasahi bebatuan besar di tepi-tepi laut. Masya Allah, nikmat Allah yang mana lagi yang kita dustakan, Gaes..

BACA JUGA  Masjid Raya Sumatera Barat Yang Unik Dan Megah

Menatap laut lepas dari monumen, akan tampaklah pulau kecil yang menarik hati. Namanya Pulau Angso Duo. Hanya sekitar lima belas menit saja, sudah bisa sampai ke sana. Pakai kapal motor ya, Gaes. Ga usah pakai berenang. Ntar kalau berenang, nyampeknya bisa berminggu-minggu. Kelamaan. Ntar ga sempat selfie lagi. Hahaha

Lokasi berdirinya monumen dinamai dengan Pantai Gandoriah. Luar biasa, Gaes. Meski panas terik, tapi anginnya kencang. Kalau takut menghitam, di sepanjang jalan sekitar pantai, banyak pedagang topi ala-ala Nona Belanda.

Pantai Gandoriah, Cekrek…

Beruntung sekali kita hidup di masa sekarang. Kita tak perlu merasakan pahitnya berjuang, bertumpah darah seperti para pejuang kita dahulu.

So, buat generasi suka selfie, kurang-kurangi selfienya ya. Kalau mau selfie, pastikan backgroudnya punya cerita yang bisa dibagikan ke orang lain. Dengan cerita itu, orang lain bisa tahu sejarah suatu tempat dan bisa mengambil hikmah dari sebuah background foto selfie. Syukur-syukur orang lain akan merasa jiwa patriotismenya lahir kembali. Nah, jika sudah begini, akan berkuranglah generasi baper.

Oke, Gaes…

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini