Riauhub.com – Libur panjang yang ditunggu-tunggu telah tiba. Saatnya untuk mengajak diri dan orang-orang tercinta untuk relaksasi dari berbagai rutinitas harian. Dengan melupakan sejenak kesibukan sekolah dan kesibukan kantor serta kesibukan rumah tangga, maka saatnya untuk memanjakan lidah sekaligus bersantai ria.

Di Sungai Siak budak melayu berenang
Selepas mandi, minum air kelapa
Selamat datang liburan yang panjang
Eloklah kita bersantai bersama

Nah, jika liburan Anda hanya sebatas di tempat yang itu-itu saja, sudah saatnya Anda mencari angin segar untuk mendapatkan suasana baru yang lebih menyenangkan. Emang ada? Ada donk..! Dimana? Ada dech.. Penasaran kan? Yuk! Ke mana? Catat ya, “Yuk, ke Food Opera!”.

The Food Opera

The Food Opera merupakan restoran khas Timur Tengah yang beralamat di Jalan Arifin Ahmad, Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kehadiran The Food Opera di tengah-tengah Kota Bertuah, Pekanbaru, menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung dan calon pengunjung.

Foto : Azhar B Gultom

Restoran megah bergaya Timur Tengah ini menawarkan keeksotisan bagi para pengunjung. Seolah-olah pengunjung merasa benar-benar sedang menikmati suasana negeri padang pasir. Saat memasuki halaman parkir yang memadai, akan disambut hangat oleh pramuniaga berpenampilan khas Timur Tengah. Satu hal yang paling penting saat memilih tempat untuk menikmati kuliner adalah memastikan bahwa makanan dan minuman yang tersedia di restoran adalah makanan dan minuman bersertifikat halal dari MUI. Sebelum memasuki ruangan pertama dari The Food Opera, dari jauh sudah tampak logo halal dari MUI tertera di kaca restoran. Dengan melihat logo ini, akan menguatkan hati pengunjung bahwa makanan dan minuman yang tersaji di The Food Opera telah tersertifikasi kehalalannya.

Foto : Azhar B Gultom

Ruangan pertama yang dimasuki adalah beranda terbuka khusus untuk pengunjung yang menyukai suasana alami. Selanjutnya, masuk ke ruangan berikutnya melewati pintu kaca. Di pintu kaca terdapat jadwal opening house sebagai berikut:

Monday-Friday = 10.00 a.m. – 10.00 p.m.
Saturday = 08.00 a.m. – 00.00 a.m.
Sunday = 08.00 a.m. – 11.00 p.m.

Foto : Azhar B Gultom

Selanjutnya, masuk pada ruangan utama yang memberi kesan rasa nyaman. Para pramuniaga akan menyambut dengan sapaan “ahlan wa sahlan” sembari mempersilakan pengunjung memilih tempat yang nyaman sesuai keinginan pengunjung. Pilihan tempat duduk sangat banyak dan pariatif. Ornamen-ornamen bergaya Arab menghiasi dinding-dinding restoran. Di sisi sebuah dinding terdapat sebuah rak gantung berisikan pernak-pernik dan barang-barang antik khas dari Timur Tengah. Ditambah lagi alunan musik dengan syair lagu berbahasa Arab menambah pesona gurun pasir terasa menemani.

Foto : Azhar B Gultom

Di ruangan yang cukup luas ini terdapat dapur restoran dengan model terbuka. Di setiap langit-langit ruangan terdapat lentera unik dengan berbagai variasi warna. Di rak dapur tersusun gelas-gelas kaca dengan rapi. Cocok sekali dijadikan sebagai latar untuk mengambil sebuah swafoto. Dengan ruangan yang bersih, sejuk, dan ramah anak, The Food Opera layak dijadikan sebagai tempat untuk mengisi liburan. Bila liburan telah usai, The Food Opera tetap menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Foto : Azhar B Gultom

Eits, ada sesuatu yang menarik sedang terpampang di meja kasir. Dialah bumbu siap saji untuk resep membuat nasi kebuli. Di beberapa dinding di bagian ruangan yang sejajar dengan dapur, terdapat bebrapa foto makanan dan minuman yang menjadi menu andalan The Food Opera. Melihat gambarnya saja sudah membuat selera makan naik drastis.

Foto : Azhar B Gultom

Tidak perlu menunggu lama, para pramusaji akan menyajikan masakan khas dari Timur Tengah. Nasi yang disajikan di atas nampan besi tersebut dinamakan nasi mandi. Untuk melengkapi hidangan nasi mandi, disajikan juga semangkok kerupuk emping, acar timun dan nenas, dan sambal cabe. Kemudian, sajian tersebut didampingi minuman lemon tea. Mmmm, laziisss.

BACA JUGA  Alame dan Wajik, Sensasi Kehangatan Tapanuli Selatan

Nasi Mandhi

Hidangan nasi mandhi terdiri atas dua varian warna nasi, yaitu warna kuning dan warna putih. Warna kuning pada nasi berasal dari rempah apron khas Timur Tengah. Selanjutnya, nasi dimasak dengan teknik tanur. Teknik tanur adalah memasak nasi dengan meletakkan kambing oven yang diberi rempah dan bumbu di atas nasi tersebut. Bumbu dari kambing yang digantung di atas nasi menetes ke nasi yang sedang di masak di atas bara. Kambing yang digunakan menjadi lauk khusus nasi mandi. Akan tetapi, pengunjung bisa memilih lauk lain seperti ayam yang akan disajikan bersama nasi mandi.

Foto : Azhar B Gultom

Nasi mandi disajikan di sebuah talam aluminium dengan porsi untuk lima sampai tujuh orang. Nasi mandi ditaburi dengan kismis (anggur kering) dan kacang almon. Untuk menambah aroma, nasi mandi ditaburi irisan bawang bombai.

BACA JUGA  Antropolog: Rendang Menjadi Identitas Budaya Minang yang Mendunia

Untuk pertama kalinya menikmati nasi mandi, saya merasa sangat menikmati kelezatan hidangan istimewa ini. Rasa gurih pada nasi dan lauk dengan balutan rempah Timur Tengah terasa sangat gurih. Masya Allah, enak sekali. Hidangan nasi mandi dari The Food Opera ini sangat direkomendasikan untuk sajian yang bisa dinikmati secara berdua maupun beramai-ramai.

Foto : Azhar B Gultom

Lemon Tea

Minuman pembuka dan penutup dari sajian nasi mandi adalah lemon tea dingin. Air lemon yang sejuk dan segar dengan rasa sedikit masam cocok sekali dinikmati. Apalagi bagi yang khawatir kolestrolnya naik setelah makan lauk kambing dan ayam, dengan lemon tea, kekhawatiran itu akan sirna.

Foto : Azhar B Gultom

Songket Melayu dipakai anak dara
Wajahnya anggun tersenyum ramah
Dengan segelas lemon tea dari Food Opera
Membuat kenangan selalu terasa indah

Asyeeekkk..
Selamat mengisi hari libur dengan berbagai kenangan manis. Jangan lupa, The Food Opera siap menjadi tempat yang akan mengabadikan kenangan manis Anda. Selamat mencoba..

2 Comments

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here