Riauhub.com – The Opera Food hadir di Kota Pekanbaru dengan menawarkan sajian kuliner khas Timur Tengah. Lokasi beralamat di tengah kota dan hanya berkisar lima belas menit dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Selain menikmati kuliner, pengunjung juga bisa memanfaatkan The Food Opera sebagai tempat untuk berbagai kegiatan. Bisa berupa kegiatan resmi, bisa juga untuk kegiatan tidak resmi. Apa saja yang menjadi fasilitas di The Food Opera? Berikut ulasannya:

Lapangan Parkir
Lapangan parkir sangat menentukan untuk mendukung kualitas sebuah tempat. The Food Opera memiliki parkir terbuka di depan restoran dengan luas yang memadai.

Foto : Azhar Gultom

Ruangan terbuka di lantai 1
Ruangan berukuran sekitar empat kali empat meter tersebut merupakan ruangan pertama yang dilalui pengunjung saat memasuki Restoran The Food Opera. Beberapa buah kursi dan meja tersebut biasanya digunakan oleh pengunjung yang lebih memilih suasana terbuka agar bisa langsung menikmati suasana kota dan angin sepoi-sepoi.

Foto : Azhar Gultom

Ruangan utama
Setelah melewati pintu kaca, selanjutnya masuk ke ruangan utama. Pemisah ruangan terbuka dengan ruangan utama adalah dinding kaca.
Di ruangan utama terdapat banyak sekali jenis tempat duduk yang bisa menjadi pilihan pengunjung. Pengunjung bisa memilih kursi sofa atau jenis meja prasmanan beramai-ramai, juga jenis meja yang hanya dikhususkan untuk berdua. Apapun jenis pilihan tempat duduknya, semua kursi berada di ruang utama tanpa sekat-sekat. Jadi, sangat tepat untuk dijadikan sebagai tempat yang ramah pengunjung.

Foto : Azhar Gultom

Di pojok kanan ruangan, terdapat dapur terbuka yang syarat dengan suasana Timur Tengah. Di dapur terbuka itu, para pramusaji akan menyiapkan beberapa menu sesuai dengan pesanan pelanggan. Mulai dari nasi kebuli, nasi mandhi, roti canai, roti ambosa, dan lain-lain. Selain makanan, berbagai jenis minuman khas Timur Tengah juga tersedia, seperti teh edeni, dan lain-lain. Dengan suasana ruangan yang sangat rapi, luas, nyaman, sejuk karena full AC, dan bersih, maka ruangan utama ini cocok dijadikan sebagai tempat nongkrong, pertemuan, diskusi, dan lain-lain.

Westafel
Di pojok kiri ruangan utama, terdapat sebuah westafel yang dilengkapi dengan sebuah cermin antik dan sebotol sabun cair untuk mencuci tangan. Keberadaan westafel sangat membantu pengunjung agar tetap menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah menyantap hidangan.
Sedangkan sebuah cermin antik akan membantu setiap orang untuk memperbaiki penampilan. Jika melihat sebuah cermin yang sedang menganggur, secara tersirat cermin akan berkata, “Sudahkah Anda rapi?”.

Toilet
Tidak begitu jauh dari westafel, terdapat dua unit toilet yang kebersihan dan kerapiannya sangat terjaga. Satu unit untuk toilet laki-laki dan satu unit untuk toilet perempuan.

BACA JUGA  Alame dan Wajik, Sensasi Kehangatan Tapanuli Selatan

Pramusaji
Keberadaan para pramusaji adalah aset termahal dari The Food Opera. Para pramusaji adalah tonggak keberhasilan bagi The Food Opera karena pelayanan mereka yang menyenangkan serta kualitas masakan yang terjaga cita rasanya disuguhkan oleh para pramusaji dengan sepenuh hati untuk memanjakan lidah para pengunjung.
Saat pengunjung memasuki ruangan utama, dengan serta merta, seluruh pramusaji akan spontan menyambut tamu dengan mengucapkan “ahlan wa sahlan”. Dengan sambutan hangat tersebut, tamu merasa diterima dengan hormat.

Ruangan Lesehan Terbuka
Ruangan lesehan terbuka berada di lantai dua. Di ruangan lesehan terdapat beberapa buah meja persegi yang dilengkapi dengan karpet dan beberapa bantal kursi. Duduk di ruangan lesehan mengingatkan suasana kebudayaan gurun pasir yang eksotis.
Ruangan lesehan memiliki dinding terbuka. Pengunjung bisa menikmati suasana kota dari lantai dua Gedung The Food Opera.
Ruangan lesehan sangat luas. Bisa dijadikan sebagai tempat pertemuan yang nyaman, bahkan untuk acara-acara besar.

Foto : Azhar Gultom

Ruangan VIP
Di depan ruangan lesehan, terdapat ruangan VIP yang sangat kental dengan ornamen dan suasana Timur Tengah. Ruangan VIP dilengkapi dengan karpet permadani yang indah dan beberapa buah bantal kursi. Ada juga infocus, serta pendingin ruangan yang memadai.
Dengan belanja di atas satu juta rupiah, ruangan VIP sudah bisa digunakan oleh pengunjung.

Foto : Azhar Gultom

Musala
Di sudut lantai dua, terdapat ruang berwuduk dan sebuah tempat salat (musala). Keberadaan sebuah musala menentukan kualitas sebuah tempat. Dengan adanya musala yang terdiri dari tiga shaf ini, bisa memudahkan pengunjung untuk tetap salat tepat waktu. Ditambah lagi, beberapa buah mukena telah tersedia di lemari musala.

Tempat Sampah
Budaya bersih dapat terjaga dengan penyediaan tempat sampah yang memadai. Di setiap ruangan di The Food Opera, terdapat tempat-tempat sampah. Tidak heran jika kebersihan The Food Opera tetap menjadi prioritas yang layak diberikan apresiasi.

BACA JUGA  Alame dan Wajik, Sensasi Kehangatan Tapanuli Selatan

Kantor
Bersebelahan dengan ruang VIP, terdapat ruang kantor sebagai ruang manajemen restoran.

Internet gratis
Fasilitas internet hampir wajib di berbagai tempat. Era industri 4.0 mengharuskan setiap aktivitas bisa dipermudah dengan layanan internet.
The Food Opera menyajikan internet gratis bagi para pengunjung. Jadi, walau hanya sekadar ingin mengerjakan tugas kantor, sekolah, atau kampus, atau hanya sebatas menulis karya di laptop, maka The Food Opera layak untuk dijadikan sebagai tempat untuk menguraikan berbagai ide yang ada dalam pikiran. Dengan adanya fasilitas internet gratis akan memudahkan penelusuran bahan bacaan dan mempermudah jalur interaksi dan komunikasi via online.

Selain fasilitas di atas, ada satu hal yang tak kalah penting, yaitu sistem transaksi. Mengingat sistem keuangan digital yang telah mendunia, untuk mengurangi tingkat inflasi ekonomi, maka diadakanlah sistem electronic money (keuangan digital). Dengan adanya e money dapat memudahkan transaksi saat berada di mana pun tanpa harus membawa uang tunai. Dengan kecanggihan sistem yang ada, The Food Opera telah melaksanakan dua metode pembayaran sebagai berikut:

  1. Tunai
    Transaksi pembayaran dilakukan secara manual dengan uang tunai.
  2. Nontunai
    Transaksi pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan kartu ATM atau kartu debet. Pembayaran ditransfer menggunakan mesin EDC dari berbagai bank telah tersedia di meja kasir The Food Opera.
Foto : Azhar Gultom

Nah, dari semua fasilitas yang disediakan oleh The Food Opera di atas, ada satu lagi jenis pelayanan yang yang cukup memudahkan para pelanggan untuk tetap bisa menikmati sajian dari The Food Opera, meskipun pelanggan sedang tidak berada di Restoran The Food Opera. Caranya mudah. Pelanggan tinggal pesan via online melalui aplikasi go food. Dengan aplikasi tersebut tetap bisa merasakan nikmatnya kuliner Timur Tengah dengan sistem delivery (pesan). Para driver go food siap mengantarkan pesanan pelanggan.

Demikian fasilitas yang diberikan oleh The Food Opera untuk memenuhi kualitas serta memberikan kesan terbaik di hati para pengunjung dan pelanggan. Jangan lupa, The Food Opera, selalu terdepan dalam pelayanan dan selalu ada untuk kamu.

1 Comment

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini