“Beramu tak merusak kayu
Berotan tak merusak hutan
Bergetah tak merusak rimba
Berumah tak merusak tanah
Berkampung tak merusak gunung
Berladang tak merusak padang”

Begitulah petuah Melayu yang harus dijaga oleh masyarakat Melayu Riau dan dijadikan sebagai pandangan hidup untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Matahari tersenyum di ufuk timur. Sinarnya yang sempurna memberi warna bagi bumi yang elok, Negeri Lancang Kuning.

Kampung yang asri memberi kesejukan dan ketenangan. Tampak begitu antusiasnya anak-anak usia SD mendengarkan materi yang sedang diajarkan oleh seorang Ketua Komunitas Menulis. Sang guru mengajarkan anak-anak untuk berliterasi. Dengan kegiatan literasi, diharapkan lahirnya para penyair, para seniman, para sastrawan, para budayawan, serta para cendekiawan yang sangat peka terhadap peradaban di masa yang akan datang.

Besarnya pengaruh teknologi di era industri 4.0 cukup menyita perhatian masyarakat pada penggunaan media elektronik berupa telepon seluler. Dengan berbagai macam aplikasi yang ditawarkan oleh produk telepon seluler mengakibatkan tingginya kasus mengenai anak-anak yang kecanduan game online. Bahkan, pernah juga diberitakan oleh media nasional tentang seorang anak yang memilih untuk bunuh diri saat orang tuanya menyita ponsel dari tangannya. Melihat fenomena tersebut, maka masyarakat berbondong-bondong mengajak anak-anaknya untuk turut serta menyibukkan diri dengan kegiatan berliterasi. Tanpa harus bersusah payah, ternyata animo anak-anak menjelang usia remaja sangat tinggi ketertarikannya terhadap literasi. Berikut anak-anak yang turut serta dalam kegiatan literasi berbalas pantun.

Berikut dua bait dari beberapa pantun yang disajikan oleh anak-anak di KBA Indah Madani:

Terbang tinggi si burung merak
Hinggap sekejap di pohon manggis
Nama saya Ilham Mubarak
Budak Melayu berwajah manis

Tidaklah batang sembarang batang
Batang berbuah si buah sukun
Banyak datang tak sembarang datang
Kami datang hendak berpantun

Anak-anak yang mulai beranjak remaja tersebut diajarkan menulis dan membaca puisi, diajarkan berbalas pantun, diajarkan memerankan drama, serta diajak untuk mencintai buku. Semua kegiatan ini difasilitasi oleh Kampung Berseri Astra Indah Madani Kota Pekanbaru.

Dari kelas menulis, anak-anak mengikuti lomba membaca puisi yang diadakan di Taman Baca Indah Madani. Selepas kegiatan lomba menulis, anak-anak tersebut difasilitasi untuk gemar membaca dengan cara mengundang Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru.

Selain kegiatan literasi, KBA Indah Madani juga menjalankan kegiatan pada empat pilar berikut:

a. Pilar Kesehatan

Kesehatan adalah harta termahal yang tak bisa dibeli dengan uang. KBA Indah Madani menyadari arti pentingnya mutu sumber daya manusia diawali dari menjaga kesehatan. Oleh sebab itu, kegiatan menjaga kesehatan dimulai sejak dini. Kegiatan dipusatkan di Posyandu Suka Memangku. Kegiatan dilakukan dengan cara menggali potensi para tenaga medis dan kader posyandu. Maka, para tenaga medis dan para kader posyandu terdiri dari orang-orang yang mampu memberikan kontribusi untuk kesehatan masyarakat, khususnya balita.

Berikut kegiatan yang telah dilakukan oleh Posyandu Suka Memangku:

  • Menimbang berat badan anak dan mengukur tinggi badan anak setiap bulan untuk mencegah terjadinya stunting.
  • Mengukur lingkar kepala bayi untuk mencegah hidrocepalus dan mendeteksi perkembangan sel-sel otak bayi.
  • Pemberian vitamin a
  • Memberikan imunisasi
  • Memberikan konsultasi gratis pada ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dari anak usia balita tentang kesehatan, perkembangan anak, dan gizi.
  • Menjalin kerja sama dengan puskesmas
  • Membuat publikasi menarik untuk mengajak masyarakat agar antusias mengikuti setiap program yang diberikan oleh Posyandu Suka Memangku
  • Melaksanakan senam rutin setiap minggu agar masyarakat tetap terjaga kebugaran dan kesehatannya.

Di antara semua kegiatan yang dilakukan oleh Posyandu Suka Memangku di atas, ada satu program unggulan yaitu, membuat sistem posyandu digital dengan cara menggunakan aplikasi primaku. Dengan aplikasi digital tersebut, memudahkan para pengunjung posyandu untuk memantau catatan dan informasi kesehatan ibu dan anak.

Pada bulan Maret 2019, Posyandu Suka Memangku menerima penghargaan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sebagai inisiator Posyandu Digital dan menjadi posyandu percontohan di Kota Pekanbaru.

Satu hal yang membuat istimewa adalah upaya dari para kader posyandu untuk menerapkan hidup sehat tanpa rokok. Tentu sangat tidak mudah untuk menerapkan hal tersebut. Apalagi budaya merokok telah mendarah daging di negeri ini. Justru, bagi sebagian orang, merokok adalah kebutuhan pokok.

Melihat perjuangan para kader posyandu tentu sangat tidak mudah untuk menerapkan Kampung Berseri Astra Indah Madani sebagai kampung yang bebas dari asap rokok, puntung rokok, dan bau rokok. Mengapa para kader menerapkan upaya “hidup tanpa rokok”?

Berikut ini akibat yang dirasakan akibat rokok:

  • Tekanan darah serta detak jantung akan meningkat, namun aliran darah ke kapiler berkurang.
  • Kadar oksigen dalam darah menurun karena kadar karbon minoksida yang beradal dari asap rokok.
  • Merusak pernafasan karena zat yang terkandung di dalam rokok berasal dari bahan-bahan beracun dan berbahaya, seperti: aseton, amonia, asam asetat, arsenik, benzena, karbon monoksida, hexamine, methanol, nikotin, dan lain-lain.
  • Merusak sistem imun sehingga menyebabkan imunitas tubuh melemah dan mengakobatkan jumlah antibodi berkurang.
  • Resiko kanker pernafasan, kanker esofagus, dan kanker lambung.
  • Memiskinkan rumah tangga karena penghasilan yang seharusnya dialokasikan untuk keperluan dapur dan pendidikan, akhirnya harus beralih untuk membeli rokok.

Dari sejumlah bahaya yang ditimbulkan oleh rokok tersebut, maka para ahli sepakat bahwa “tidak ada batas aman merokok”. Belajar dari pengalaman banyak orang, rokok tidak pernah memberikan kata maaf dan kata ampun bagi seluruh korbannya. Korbannya tidak hanya perokok aktif, namun para perokok pasif lebih rentan terserang penyakit yang diakibatkan oleh asap rokok.

Selain mengkampanyekan lingkungan sehat tanpa asap rokok, para penyuluh kesehatan juga gencar sekali memberikan penyuluhan kepada masyarakat KBA Indah Madani untuk berhenti merokok.

Berikut tata cara yang diberikan oleh tim penyuluh:

  • Tanamkan dalam diri niat dan tekad yang kuat untuk berhenti merokok secara total.
  • Saling mendukung antar anggota keluarga juga seluruh masyarakat dengan membuat slogan-slogan yang berisi tentang peringatan bahaya rokok.
  • Menyibukkan diri agar keinginan merokok bisa diilangkan
  • Selalu mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh rokok.

Selain kampanye lingkungan sehat bebas rokok, sesuai dengan kesepakatan bersama di lingkungan KBA Indah Madani, maka siapa yang ketahuan tetap merokok wajib memberikan denda berupa membeli pot bunga besar seperti pot yang sudah tersusun di tepi-tepi jalan yang dibuat oleh KBA Indah Madani.

Lingkungan bebas rokok akan memberikan peluang kepada seluruh masyarakat untuk merasakan nikmatnya udara bersih. Dengan metode ini akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berumur panjang.

Demikianlah upaya-upaya yang dilakukan oleh seluruh tenaga medis, kader posyandu, serta peran serta masyarakat dalam mewujudkan hidup sehat di KBA Indah Madani, Kota Pekanbaru.

b. Pilar Pendidikan

Pendidikan adalah modal utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. KBA Indah Madani sangat menyadari hal ini. Oleh karena itu, melalui KBA Indah Madani, disalurkan beasiswa pendidikan tepat sasaran kepada tiga puluh orang anak yang berasal dari kelurga tidak mampu.

Selain meemberikan beasiswa kepada tiga puluh orang anak tersebut, maka diadakan pula pembekalan ilmu parenting kepada para orang tua dari anak-anak penerima beasiswa agar para orang tua memiliki bekal ilmu dalam mendidik generasi berkualitas dan beriman pada masa yang akan datang.

c. Pilar Kewirausahaan

Masyarakat pegiat kewirausahaan dibekali dengan ilmu dan penyuluhan dalam bidang perekonomian dan kewirausahaan. Dengan upaya tersebut maka lahirlah para wirausahawan yang handal dalam berbagai keterampilan. Salah satu produk yang telah dihasilkan oleh masyarakat KBA Indah Madani adalah sabun cair yang hemat, ekonomis, dan aman terhadap lingkungan. Sabun cair tersebut digunakan untuk mencuci piring dengan harga yang lebih hemat diabandingkan dengan sabun cair buatan pabrik.

Selain sabun cair, kegiatan kewirausahaan masyarakat adalah membuat tas dari tali kur, membuat albumin dari ikan gabus, serta pembuatan pot bunga.

d. Pilar Lingkungan

KBA Indah Madani telah mengkampanyekan GERMAS di tengah-tengah masyarakat. Apa itu GERMAS? GERMAS atau gerakan masyarakat hidup sehat adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Germas yang disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat adalah:

  • Peningkatan aktivitas fisik
  • Peningkatan perilaku hidup sehat
  • Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  • Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  • Peningkatan kualitas lingkungan
  • Peningkatan edukasi hidup sehat.

Pada gernas kali ini difokuskan pada melakukan aktivitas fisik berupa :

  • kegiatan senam pagi yang rutin dilaksanakan setiap minggu
  • Memeriksa kesehatan secara berkala di Posyandu Suka Memangku yang bekerja sama dengan puskesmas setempat.
  • Konsumsi sayur dan buah

Dengan kesadaran ini, maka KBA Indah Madani melaksanakan penanaman sayur berupa sawi hijau agar menjadi konsumsi pangan yang baik bagi asupan tubuh. Kemudian, diadakan pula penyaringan kompos alami yang berasal dari sampah organik (buah dan sayuran). Dengan penyaringan tersebut akan dihasilkan pupuk kompos cair yang digunakan sebagai pupuk alami sekaligus pestisida alami yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Kompos cair alami tersebut terbukti telah memberikan hasil berupa kualitas buah yang bagus dan jumlahnya yang banyak.

Selain kampanye Germas, di beberapa tempat juga dibuat publikasi tentang PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Tujuannya adalah agar masyarakat sering membaca sepuluh poin PHBS dan termotivasi untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja sepuluh poin PHBS? Berikut uraiannya:

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberi bayi ASI eksklusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Menggunakan air bersih
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik nyamuk di rumah
  8. Makan buah dan sayur setiap hari
  9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

Sepuluh pesan PHBS di atas dilakukan agar lingkungan terjaga dan kesehatan semakin meningkat. Aktivitas ini memberikan efek positif di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak heran jika lingkungan masyarakat di bawah binaan KBA Indah Madani sangat asri, bersih, nyaman, dan sehat. Masyarakat sangat berterima kasih kepada Astra yang telah memberikan banyak perhatian terhadap masyarakat, khususnya masyarakat yang mendapatkan anugerah sebagai Kampung Berseri Astra Indah Madani, Kota Pekanbaru.

Kelurahan Tangkerang Labuai Kembali Juara Satu Lomba Kebersihan se kota Pekanbaru dengan Pusat Penilaian tahun 2018 ini di RW 04 Kampung Berseri Astra Indah Madani

Keterangan Foto : Koleksi Pribadi dan Koleksi KBA Indah Madani

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini