Riauhub.com – Tidak jauh dari Rumah Tuan Qadhi, ada sebuah rumah panggung bercat kuning dan coklat. Posisi rumah ini dekat dengan pinggiran Sungai Siak.

Rumah Tenun Kampung Bandar ini pada awalnya merupakan rumah milik H. Yahya sekitar tahun 1887. H. Yahya seorang tauke getah karet. Istrinya bernama Zainab. Mereka memiliki lima orang anak, yaitu: H. Abdul Hamid Yahya, merupakan salah satu pejuang perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian, Hj. Ramzah Yahya, Hj. Kamsah Yahya, Hj. Ramnah Yahya, dan Nurisah Yahya.

Pada masa sebelum kemerdekaan, rumah ini dijadikan sebagai dapur umum dan markas para pejuang Fiisabilillah. Selain itu, rumah ini juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan logistik berupa senjata dan peralalatan perang.

BACA JUGA  Kota Tua Padang Destinasi Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Banyak kain tenun yang telah terpajang antik di dalam lemari-lemari kaca. Warna dan motif dalam kain tenun mewakili budaya Riau. Ada motif separuh tangkuk manggis. Ada juga motif siku awan bertingkat, dan lain-lain. Hingga kini, kain tenun dipakai untuk acara-acara besar, seperti pesta pernikahan, pesta rakyat, pagelaran seni, dan kegiatan resmi di pemerintahan daerah Riau.

Di dalam lemari terdapat juga tanjak Melayu dari kain tenun. Tanjak ini merupakan kain yang dililitkan di kepala kaum adam di daratan Melayu.

Dahulu, tanjak dipakai saat keluar rumah agar kepala  terlindungi dari gangguan udara maupun ranting-ranting kayu. Para Raja Melayu juga memakai tanjak sebagai lambang status sosial. Jenis-jenis tanjak terdiri atas: Ikat Elang Menyongsong Angin, Ikat Hang Tuah, Ikat Sabelit, dan Ikat Pial Ayam.

BACA JUGA  3 Hal ini Menjadi Alasan Serunya Wisata ke Museum Sang Nila Utama

Pada masa sekarang, tanjak masih dijadikan sebagai identitas khas Melayu Riau. Tanjak dipakai saat acara-acara resmi. Tanjak juga dijadikan sebagai cendera mata dan oleh-oleh khas Riau.

Ada juga tas tangan yang dianyam dengan berbagai motif dan warna. Untuk menambah keindahan, diberi sulam pita berbentuk bunga berwarna-warni. Tas yang sudah selesai dianyam, dipajang di lemari kaca. Sewaktu-waktu akan dibeli oleh para wisatawan yang berkunjung ke Rumah Tenun.

Rumah Tenun ini tempatnya yang strategis turut menyimpan sejarah. Rumah ini sebagai bukti betapa beratnya perjuangan para pejuang di zaman dulu untuk mempertahankan negara ini dari tangan para penjajah.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini