Riauhub.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasuki milad ke-22 dalam kondisi bangsa yang tengah terjangkit pandemik virus corona baru atau Covid-19.

Namun demikian, kondisi saat ini tak menyurutkan partai pimpinan Sohibul Iman dalam merayakan milad dengan melakukan aksi kemanusiaan, yakni membantu warga yang terdampak Covid-19.

“Bangsa kita dalam kondisi prihatin akibat pandemik corona. Fraksi PKS menganggap pelayanan, kepedulian, dan aksi nyata melayani rakyat terdampak Covid-19 sebagai kado terbaik milad ke-22 PKS. Tidak cukup hanya Fraksi PKS, seluruh komponen bangsa harus menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial di saat ini,” kata Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4).

Sejauh ini, Fraksi PKS dari pusat dan daerah sudah melakukan pemotongan gaji anggota legislatif untuk penanganan Covid-19. Hingga saat ini pun pihaknya masih menginisiasi gerakan bagi masker dan disinfektan gratis, serta bantuan APD untuk pahlawan medis, dan bantuan paket sembako.

BACA JUGA  Anis Matta, Dulu Tolak Dinasti Politik Tapi Kini Dukung Anak Dan Menantu Jokowi Di Pilkada

“Inilah spirit kami di PKS, partai bukan sarana meraih kekuasaan an sich, tetapi sarana pelayanan kepada rakyat. Pelayanan adalah wujud terbaik dari kekuasaan, bahkan tanpa kekuasaan, pelayanan harus tetap berjalan. Apapun yang terjadi kami tetap melayani, begitu semangat yang terus ditanamkan kepada kader-kader PKS,” ungkapnya.

Setidaknya, ada tiga agenda kebangsaan yang dicanangkan PKS, yakni memperkuat identitas kebangsaan dengan mengokohkan Pancasila sebagai platform bersama. Mewaspadai ancaman yang merongrong Pancasila, UUD NRI 1945 dan NKRI, serta mengokohkan ketahanan nasional dan menjawab tantangan global.

Untuk mewujudkan hal itu, Fraksi PKS melaksanakan program kerja, terdepan dalam mengadvoksi rakyat melalui program ‘hari aspirasi rakyat’ dan aksi-aksi kemanusiaan seperti tanggap bencana sepertihalnya saat ini.

BACA JUGA  Pecahkan Rekor Baru, Hari Ini Pasien Positif Covid-19 di Riau Tembus 1.008 Kasus

Selain itu, Fraksi PKS juga berkomitmen berada di luar pemerintahan Presiden Jokowi untuk memainkan peran kontrol dan penyeimbang atau checks and balances. Beberapa sikap yang ditunjukkan antara lain menolak kenaikan iuran BPJS, pembatalan rencana kenaikan TDL, serta mengkritisi RUU dan Perppu yang diajukan pemerintah, seperti Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan Perppu 1/2020.

“Sikap-sikap tersebut menunjukkan Fraksi PKS tidak ada beban dan kokoh bersama rakyat. Untuk itu, di momen milad PKS ke-22 ini, atas nama pimpinan dan anggota Fraksi PKS seluruh Indonesia mohon doa dan dukungannya agar kami istiqomah dalam melayani dan membela kepentingan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,” tandasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here