Riauhub.comHey, aku demam, aku panas, batuk, sesak nafas, apakah aku terinfeksi virus Covid-19? Ya Tuhan, apakah aku bisa sembuh?

Kira-kira itulah yang melanda banyak diantara kita. Mungkin kita parno, atau phobia virus Corona atau Covid-19. Entah apapun namanya, yang jelas  dalam dua-minggu terakhir ini publik mengalami ketidakpastian. Apakah dirinya  terjangkiti?

Kita tidak tahu orang-orang yang kita jumpai apakah terindikasi positif atau tidak. Fenomena persebaran penyebaran virus Covid-19 yang terus meroket jumlahnya membuat suatu kegelisahan dan kita terjebak dalam kondisi uncertainty. Ketidakpastian.

Tidak pasti karena indikasinya tidak langsung bisa terdeteksi. Sehat belum tentu negatif. Sakit belum tentu positif, bisa jadi dalam masa inkubasi. Apabila kita sakit, dalam diri berusaha menganalisa sendiri, terpenuhi tidak ya dengan tanda-tanda itu. Apabila semua terpenuhi, kita bisa langsung ke rumah sakit. Namun kadang kondisi yang nanggung membuat kita was-was dan kadang tidak tenang.

BACA JUGA  Kisah Birgaldo Sinaga Jadi Relawan Corona Sebelum Wafat karena COVID-19

Bagaimana kita tidak tenang. Bagaimana hidup dalam ketidakpastian. Fakta, virus Covid-19 sudah menjangkiti lebih dari 134 ribu orang dan menyebar di 128 negara menurut data WHO. Namun, data Worldmeter pada 13 Maret lalu menunjukkan, 70 ribu lebih pasien sembuh. Di Indonesia, sampai Minggu, 20 April 2020, jumlah korban mencapai 5.423 orang dalam perawatan, pasien yang sembuh 747 orang dan meninggal 590 orang.

Dari kerjadian itu beberapa negara melakukan lockdown. Secara harfiah, lockdown dapat diartikan kuncian atau mengunci. Secara umum, lockdown, isolasi, atau karantina berarti prosedur keamanan darurat di mana aparat melarang orang keluar masuk suatu lokasi. Semua itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kondisi sekarang menjadikan kita harus berhati-hati untuk bepergian. Kita harus berfikir dua kali. Keluar belum tentu aman. Lebih baik di rumah dan berusaha menghindari kontak dengan orang luar.

BACA JUGA  4 Daerah di Riau Masuk dalam Transmisi Lokal Penyebaran Covid-19

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Presiden Jokowi (15/3).

Nah, bagaimana kita menyikapi ini? Membuat rencana selama dua minggu ke depan adalah salah satu cara kita dan keluarga tetap produktif. Simak infografis Panduan ‘Diam’ di Rumah bersama Buah Hati yang dipersembahkan Sahabat Keluarga.

Ingat, tak perlu panik. Kepanikan akan menimbulkan pola berfikir kita jadi tidak baik. Cari informasi yang akurat dan dari lembaga yang kredibel. Selain itu jaga kesehatan kita. Perkuat kekebalan tubuh dan selalu berpikir positif agar virus tak datang menyapa diri kita.

Yuk..cerdas hadapi Covid-19… cerdas pikir, cerdas hati… yakinlah bahwa kita kan selamat.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here