Riauhub.com – Bupati Siak Alfedri melarang ASN dan tenaga honor di lingkungan Pemkab Siak mudik pada lebaran Idul Fitri 1441 H.

Jika larangan itu dilanggar tanpa alasan yang tepat, akan diberikan sanksi.

“Pelarangan ini bukan hanya penekanan dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi lebih kepada mematuhi aturan pemerintah serta protokol keamanan Covid 19. ASN dan pegawai honor harus memberi contoh kepada masyarakat,” kata Alfedri, Kamis (23/4/2020).

Sanksi yang bakal diterapkan kepada ASN dan honorer yang membandel berdasarkan PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Kebijakan tersebut juga sudah dikeluarkan Presiden Jokowi dan Menpan RB.

Dalam waktu dekat ini Alfedri kembali menegaskan kebijakan itu dengan surat edaran (SE).

BACA JUGA  Menhub: Mudik dan Pulang kampung itu Sama dan Sebangun

“Titik beratnya larangan ini ke daerah yang zona merah dan telah terjadi tranmisi lokal penyebaran Covid 19,” kata dia.

Kebijakan itu dilaksanakan demi upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Jika tidak dilakukan, akak terjadi kekhawatiran tersebab melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Saat ini ASN kita bekerja dari rumah masing-masing. Namun tetap membuat laporan, jika tidak membuat laporan dianggap tidak masuk kerja,” kata dia.

Sanksi yang bakal dikenakan mengacu kepada Perbup Siak tentang kedisiplinan pegawai.

Bagi pegawai yang tidak masuk kerja dipotong gajinya sebesar 5 persen.

“Kalau mudik tanpa alasan dianggap tidak masuk kerja jadi sanksinya dipotong gaji. Jika ada pegawai yang tetap nekat mudik, tentu tidak ada membuat laporan selama mereka balik kampung. Tetap juga ketahuan jika pun balik ke Siak secara sembunyi-sembunyi,” kata Alfedri.

BACA JUGA  ASN Nekat Liburan ke Luar Daerah, Gubernur Riau Bakal Beri Sanksi

Karena untuk menekan penyebaran virus itu maka pemerintah pusat melalui Kapolri juga memutuskan Operasi Ketupat Ramadniya dipercepat.

“Tahun-tahun sebelumnya kan seminggu sebelum lebaran. Tahun ini, Minggu pertama bulan puasa operasi itu sudah dimulai. Bahkan cuti bersama Lebaran sudah digeser ke akhir tahun 2020. Semua itu dilakukan pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” kata Alfedri.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here