Riauhub.com – Ciuman adalah wujud untuk menunjukkan kasih sayang terhadap anak, orangtua, saudara maupun sesama manusia karena Allah semata. Sedangkan kasih sayang adalah sebuah kenikmatan yang dirasakan manusia di dunia sehingga tercipta kepedulian, kedamaian dan rasa empati kepada orang lain.

Sebagaimana arti dari QS. Al Fatihah, ayat 1:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Ciuman juga bentuk pemberian kasih sayang yang bisa mendorong manusia dalam membantu meringankan penderitaan yang dialami manusia lainnya. Tanpa kasih sayang, mungkin manusia akan menjadi sangat individualistis, egois, dan tidak memikirkan kepentingan orang lain.

Salah satu sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Turmudzi:

Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya“. 

Maka kita bisa mengetahui bahwa Islam mengajarkan untuk menyayangi semua manusia di bumi. Contoh yang dilakukan Rasulullah SAW dalam memberikan kasih sayang, seperti:.

1. Menggendong anak di pundak

Rasulullah selalu punya cara unik dalam mewujudkan kasih sayangnya pada anak-anak. Seperti Rasulullah pernah menggendong anak dipundak dan mengajaknya naik kendaraan.

BACA JUGA  5 Peran Penting Orang Tua dalam Pendampingan Remaja

Rasulullah melakukan itu sebagai bentuk kerendahan hati dan perhatiannya yang sangat besar kepada generasi muda untuk membina kepribadian mereka sekaligus mempererat hubungan mereka dengan nabi sebagai pendidik. Keakraban dibangun sejak dini agar anak-anak suatu saat nanti  mau meneladani Rasulullah. Halnya keluarga akan tercipta keakraban dan kedekatan antara anak dan orangtua maka akan mudah orangtua mendidik anak-anaknya..

2. Memberi hadiah dan mendoakan anak

Anas berkata, ”Rasulullah adalah sosok manusia yang paling penyayang terhadap anak-anak dan keluarga.” Lihatlah bagaimana kasih sayang beliau terhadap anak-anak.

Dan Abu Hurairah mengatakan, ”Dahulu bila orang-orang melihat buah kurma mereka sudah mulai masak, mereka memetiknya dan mengirimkannya kepada Rasulullah.” Saat beliau menerimanya, beliau mengucapkan doa: Ya Allah, berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kami di kota kami Madinah ini, dan berkahilah pula untuk kami takaran sha’ dan mudd kami. Lalu beliau memanggil seorang anak yang paling kecil dan menghadiahkan buah kurma itu kepadanya..

3. Mengajarkan anak jujur

Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul telah terkenal dengan sebutan Al-Amin (terpercaya) sebab kejujurannya. Jujur adalah permata berharga yang sangat langka saat ini. Generasi muda hari ini tumbuh dalam ketidak jujuran. Sehingga setelah dewasa menjadi manusia-manusia pembohong, penipu, dan culas. Untuk itu sebagai orangtua perlu menanamkan kejujuran dalam diri anak semenjak kecil. Dan cara mengajarkan anak untuk jujur dengan meneladankan kejujuran kepada anak-anak kita.

BACA JUGA  Peran Orangtua dalam Mendidik dan Membesarkan Anak

Terkadang kita menganggap kebohongan-kebohongan kecil dan sederhana itu biasa. Menjanjikan anak sesuatu agar dia tidak menangis lagi, membujuknya agar patuh dengan janji akan memberikan sesuatu adalah suatu keburukan jika hal itu tidak akan pernah diwujudkan..

4. Memberi waktu untuk bermain bersama

Menyediakan waktu berkualitas untuk bermain bersama anak adalah keharusan bagi setiap orangtua. Bermain bersama anak memiliki banyak dampak kebaikan bagi perkembangan mental dan emosional anak.

Anak di bawah usia 4 tahun sangat senang mengikuti orangtuanya, untuk itu para orangtua diharapkan untuk memaklumi jika anaknya mengajak bermain, karena bermain bersama orangtua adalah suatu kebutuhan bagi anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan membangun perilaku baik.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here