Riauhub.com – Kementerian Kesehatan RI, telah menetapkan Kota Dumai sebagai salah satu kota dengan transmisi lokal (DTL) atau dikenal dengan daerah zona merah.

Dengan demikian, siapa saja yang keluar dari Kota Dumai ini akan dianggap daerah lain sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan akan diisolasi atau karantina kepada orang yang bersangkutan dan keluarganya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai H Zulkifli As, melalui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kota Dumai,‎ mengharapkan kepada masyarakat, jika tidak begitu penting, tundalah dulu keberangkatan ke daerah lain, karena nanti akan bermasalah di daerah tujuan tersebut.

Ia menambahkan, terkait DTL, Gugus Tugas meminta masyarakat Kota Dumai membantu petugas-petugas yang ada di lapangan. Karena Gugus Tugas melihat ada kecenderungan masyarakat saat ini ketakutan untuk ditanya tentang riwayat perjalanan, tentunya ini akan mengaburkan upaya Gugus Tugas menegakkan diagnosis.

“Jangan takut untuk diisolasi atau dikarantina. Karena dengan ditemukan lebih awal, seorang pasien akan mendapatkan penanganan lebih baik dan lebih optimal. Sehingga dapat diselamatkan dirinya sendiri dan masyarakat sekitar,” katanya, Rabu (22/4/2020).

BACA JUGA  Dumai Pelabuhan CPO terbesar di Dunia, Syahrul Aidi Maazat Harapkan Pemerintah Pusat Beri Perhatian ke Riau

Diakuinya, Pentingnya bersikap jujur, mengingat dari 7 orang positif covid – 19, ada sebanyak 5 orang dengan orang tanpa gejala. Sesuai literatur tentang Covid -19, hampir 80 persen merupakan orang tanpa gejala atau gejala ringan.

“Untuk itu sudah sepatutnya pada hari ini seluruh masyarakat betul-betul menjaga hubungan fisik atau physical distancing. Semua pesan-pesan pemerintah harus dilaksanakan dan harus diterapkan di Kota Dumai ini,” pesannya.


Ia juga mengharapkan masyarakat untuk menghilangkan stigma. Karena dengan stigma tersebut akan membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekitar. Karena adanya stigma tersebut orang akan takut jujur terhadap apa yang ditanyakan oleh tim medis ketika dia sakit. Ini bisa mengaburkan kondisi riil di lapangan.

“Berikanlah kejujuran agar mereka penanganan terhadap mereka yang patut kita curigai terpapar Covid – 19 tentunya akan terlaksana sebagaimana mestinya,” harapnya.

BACA JUGA  Transisi Pandemi ke Endemi, Jokowi: Jangan Euforia, Covid Selalu Mengintip

Diterangkanya, dari 7 pasien positif yang berada di rumah sakit saat ini, 2 yang datang dengan kondisi sakit kondisinya telah mengalami perbaikan. Untuk itulah jangan takut ketika akan diisolasi di rumah sakit. Tapi takutlah akan bahaya daripada covid-19. Makin cepat mengadu kepada petugas kesehatan makin baik.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, gunakanlah masker ketika keluar dari rumah, ketika kita melakukan aktivitas. Selalulah mencuci tangan, karena mencuci tangan salah satu upaya murah dan sangat mudah melakukan preventif dalam penanganan kasus konflik 19 ini,” imbuhnya.

Syaiful menghimbau, untuk tidak berkumpul. Karena hingga saat ini pihaknya tidak tahu siapa diantara teman itu OTG atau tidak.

“Yang yang paling aman hari ini adalah selalu berada di rumah. Terutama sekali kami pesankan kepada orang yang mempunyai penyakit penyakit dasar,” pungkasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here