Riauhub.com – Panglima perang Tentara Nasional Libya (LNA), Khalifa Haftar menyatakan diri secara sepihak telah mengambil alih pemerintahan.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah pesan video pada Senin malam (27/4). Di mana ia mengklaim telah menerima mandat dari rakyat Libya untuk memerintah negara di Afrika Utara tersebut.

“Komandan Jenderal angkatan bersenjata telah mengambil alih pemerintahan dan mengumumkan diakhirinya perjanjian Skhirat,” ujarnya merujuk pada perjanjian yang ditandatangani oleh para pihak yang bertikai¬† di Libya, di bawah naungan PBB.

BACA JUGA  Turki: Hagia Sophia Tetap Menjadi Warisan Sejarah Dunia

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 11 Juli 2015 di Maroko yang berisi kesepakatan gencatan senjata dan pembentukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).

“Masyarakat harus dapat mengendalikan nasib mereka sendiri melalui cara-cara demokratis. Tujuan kami adalah melindungi keinginan rakyat Libya,” ujar Haftar.

Sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, kursi kekuasaan diperebutkan oleh Haftar dan GNA. Haftar yang menguasai Libya timur didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab. Sementara GNA yang berbasis di Tripoli diakui secara internasional oleh PBB.

BACA JUGA  Kudeta di Mali, Tentara Pemberontak Tangkap Presiden dan Perdana Menteri

Sebelumnya, dilansir Anadolu Agency LNA sendiri sempat melancarkan serangan untuk mengambil alih Tripoli yang memicu kakacauan dan pertumpahan darah.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here