Riauhub.com – Sumber Daya Manusia (SDM) adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dikembangkan kemampuannya.

Sebagaimana prioritas kerja Jokowi-Ma’ruf, maka pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama. Presiden Joko Widodo telah mempersiapkan Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo, “ Kalau SDM siap, langsung kita lepas landas”. (https://politik.rmol.id 27/11/2019).

Berdasarkan rencana kerja Presiden Joko Widodo tersebut, maka kualitas SDM harus ditingkatkan. Bagaimana meningkatkan mutu SDM Indonesia? Maka, cara terbaik yang harus menjadi perhatian khusus adalah meningkatkan mutu pendidikan.

Kualitas SDM Ditentukan Oleh Pendidikan

Pendidikan merupakan ilmu yang dipelajari sebagai bekal untuk mengembangkan diri dan melangsungkan kehidupan. Negara mengatur hak setiap warganya untuk memperoleh pendidikan. Oleh karena itu, dapat dibuktikan bahwa semakin baik pendidikan seseorang, maka SDM tersebut akan semakin berkualitas.

BACA JUGA  Merdeka Belajar di Negeri Merdeka

Untuk memberikan pendidikan yang layak, maka pemerintah memberikan sarana dan prasarana umum berupa sekolah sebagai tempat untuk memperoleh pendidikan. Meskipun pihak-pihak swasta ikut serta mengambil peran dalam memberikan sarana dan prasarana pendidikan, akan tetapi semua unsur yang mengatur tentang pola-pola pendidikan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah di dalam UUD.

Yang menjadi pertanyaan adalah “Apakah pendidikan di Indonesia sudah berkualitas?” Jawaban atas pertanyaan di atas dapat diuraikan dengan melihat kondisi di tengah-tengah masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya fokus pada bangunan fisik sekolah, namun berkaitan dengan mutu tenaga pendidik, peran pemerintah, peran orang tua, serta mutu peserta didik itu sendiri.

BACA JUGA  Kita dan Corona, Panggilan Jihad Kemanusiaan

Beberapa bulan yang lalu, sedang viral tentang status beserta foto yang diunggah oleh beberapa alumni sekolah yang mengungkapkan keberhasilan yang mereka dapatkan setelah termotivasi dari kata-kata guru mereka yang mereka anggap melukai hati mereka. Isi status-status tersebut sebagai berikut:

–       “Tweet ini Saya dedikasikan untuk Bu Titiek, guru BK yang bilang Saya nggak bakal masuk PTN, maaf Saya cumlaude.”

–       “Dan ini buat wali kelas gue sendiri yang bilang bahwa jurusan bahasa pas SMA adalah buangan, mustahil bisa berkembang.”

–        “Buat Bu Rini yang bilang Aku nggak bisa lolos S-1 karena nilai UN Fisikaku 5,25. Mohon maaf Bu, Saya S-3”.

Baca selengkapnya disini

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here