Riauhub.com – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Anjuongan Mato mulai mengembangkan dan memperkenalkan kembali tradisi Manggelek Tobu. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Mahasiswa Kukerta Integrasi Pengabdian Masyarakat Universitas Riau (Unri) 2020.

Tradisi Manggelek Tobu ini merupakan tradisi penggilingan tebu menggunakan alat tradisional berbahan kayu yang disebut ‘Gelek Tobu’. Sebelumnya anggota Pokdarwis beserta warga dan mahasiswa Kukerta Integrasi Desa Binaan Unri bergotong royong membuat alat Gelek Tobu tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di belakang Rumah Lontiok Kandil Kemilau Emas Dusun Pulau Belimbing I, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Rabu (19/8/2020) lalu.

Kegiatan Manggelek Tobu ini dihadiri oleh Komunitas Ibu-ibu Arisan, anggota Kelompok Sadar Wisata serta Mahasiswa Kukerta Integrasi Abdimas Desa Binaan Unri 2020. Semua yang hadir berpartisipasi dalam kegiatan Menggelek Tobu. 

BACA JUGA  Premanisme di Candi Muara Takus, Dewan: Jangan Sampai Wisatawan Tidak Mau lagi Datang

Sistem kerja Gelek Tobu sederhana, hanya saja membutuhkan partisipasi beberapa orang untuk mengoperasikan alat tersebut, yaitu tebu digiling dengan menggunakan sebatang kayu besar di atasnya yang didodorong bersamaan oleh peserta.

Kemudian, air sari tebu akan jatuh ke saluran yang diletakkan di bawah kayu penggilingan dan ditampung di sebuah wadah. 

Budayawan Kabupaten Kampar, Sarkawi menjelaskan bahwa Manggelek Tobu merupakan tradisi masyarakat terdahulu sebagai pengganti gula pasir pada saat ini dan menggelek tobu juga sebagai ajang kekompakan yang dulu ditanamkan pada masyarakat Kampar khususnya.

BACA JUGA  Tour de Siak Tetap Digelar Saat Pandemi, Begini Penjelasan Dispar Riau

“Dengan dibangkitkannya tradisi menggelek tobu, saya berharap rasa cinta terhadap budaya tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta Unri, Yunandra berharap dengan digairahkannya kembali tradisi ini diharapkan Menggelek Tobu ini menjadi salah satu objek wisata yang nantinya mampu meningkatkan ekonomi dengan beragam paket wisata yang disiapkan. 

“Jika tradisi menggelek tobu ini dapat dilestarikan dan didukung penuh oleh masyarakat, maka Dusun Pulau Belimbing yang memiliki potensi pariwisata yang melimpah ini dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini