Riauhub.com – Mimpi nenek Hamidah (80) warga Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kampar, Riau untuk memiliki rumah layak huni dimasa tua akhirnya sudah terwujud. Hal itu berkat program bedah rumah yang diperjuangakan oleh anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Ma’azat.

Sebanyak 1.000 rumah di Riau akan mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sumber anggaran dari Kementerian PUPR yang telah ia bantu anggarkan di DPR RI. Untuk di Kecamatan Kuok ia berhasil ‘menggolkan’ 100 Kepala Keluarga (KK) yang mendapat bantuan rehab rumah termasuk rumah nenek Hamidah.

Sebelumnya kondisi rumah nenek Hamidah ini sangat memperihatikan, kondisi rumah yang sudah reyot dan hampir roboh, tambah lagi dia harus menaiki tangga untuk masuk dan keluar rumah. Tentu itu tidak mudah bagi dia untuk melewatinya apalagi di usianya yang sudah sangat tua.

BACA JUGA  Satu Kasus Positif Ke 239 Covid 19 Riau Asal Pekanbaru

Namun saat ini nenek Hamidah sudah tersenyum bahagia, karna dia sudah memiliki rumah impian yang layak huni dimasa tua dan tak perlu lagi melewati tangga untuk turun naik rumah.

“Kami dari pihak keluarga mengucapkan ribuan terimah kasih atas bantuan rumah yang diberikan Ustaz Syahrul Aidi Maazat. Alhamdulillah rumah itu sudah bisa dinikmati nenek kami,” ujar Aldi Wahyudi cucu dari nenek Hamidah kepada haluanriau.co Sabtu (10/10/2020).

Aldi mengatakan bantuan bedah rumah itu sangat membantu neneknya, karna menurut dia di usianya yang sudah 80 tahun susah untuk turun naik melalui tangga. Tambah lagi kata Aldi rumah itu sangat di impikan oleh neneknya. Kalau tidak berkat program bantuan bedah rumah yang diberikan Syahrul Aidi Maazat entah kapan rumah neneknya itu bisa diperbaiki.

“Kalau tidak berkat bantuan bedah rumah dari program Ustaz Syahrul Aidi Maazat entah kapan kami bisa memperbaiki rumah nenek yang sudah tak layak huni ini. Karna keterbatasan finansial kami apalagi saat ini kehidupan tambah sulit sejak dilanda wabah Covid-19,” kata Aldi.

BACA JUGA  Jembatan Pedamaran Riau Rusak Ditabrak Ponton Segera Diperbaiki

Aldi menuturkan sebelumnya rumah nenek sangat meperihatinkan, kondisi rumah itu sudah mau roboh, tiang dan lantai sudah mulai lapuk tambah lagi neneknya harus melalui tangga untuk naik dan turun rumah.

“Itulah terkadang yang membuat kami khwatir, karna nenek tinggal dirumah sendiri, kami khwatir nenek terjatuh saat dia naik atau turun rumah,” ucap Aldi.

“Alhamdulillah sekarang rumah nenek sudah bagus, kami tidak khwatir lagi dengon kondisi rumah nenek yang sebelumnya sangat mengkhwatirkan. Saya juga mengucapkan terimakasih pada pihak – pihak yang turut membantu dalam proses pembangunan rumah ini,” tandasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here