Riauhub.com – Para wanita yang terjaring dalam razia Satpol PP Kota Pekanbaru, Rabu (2/12/2020) diduga membuka praktik pijat.

Ada dugaan praktik pijat itu merupakan kedok praktik prostitusi di Kawasan Jondul.

“Jadi ada dugaan wanita ini membuka praktik prostitusi dengan kedok panti pijat,” terang Kepala Bidang Ops Satpol PP Kota Pekanbaru, Yendri Doni kepada Tribun, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya, tim sudah mengamati aktivitas di kawasan itu.

Apalagi pihaknya kerap mendapat informasi tentang praktik prostitusi di Jondul.

Mereka sudah mengawasi aktivitas di kawasan itu pada Selasa malam.

Ada banyak ditemukan di kawasan itu marak praktik prostitusi.

“Pada Selasa pagi langsung kita bergerak, mengamankan wanita diduga PSK itu,” jelasnya.

Doni menyebut bahwa para wanita itu mendapat pembinaan dari petugas.

Apalagi satu dari wanita itu sedang dalam kondisi hamil.

“Kita langsung kordinasi dengan dinas sosial untuk pembinaan,” ujarnya.

BACA JUGA  Hadapi Corona, KRI Semarang-594 Sukses Bantu Oksigen di Riau

Plt Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning menegaskan bakal rutin menyasar ke lokasi lainnya.

Mereka bakal menertibkan lokasi terindikasi menjadi tempat prostitusi.

“Ada sejumlah lokasi lainnya, akhir pekan nanti kita gelar razia lagi,” paparnya.

Sebelas Orang Wanita Diduga PSK Terjaring Razia Satpol PP Pekanbaru

Sebelas orang wanita terjaring razia Satpol PP Kota Pekanbaru, Rabu (2/12/2020). Mereka terjaring dalam razia di sejumlah rumah kawasan Jondul, Kota Pekanbaru.

Ada dugaan sebelas wanita ini merupakan Pekerja Seks Komersil (PSK). Petugas Satpol PP Kota Pekanbaru bersama aparat gabungan TNI dan Polri.

Mereka pun mengamankan para wanita diduga PSK di Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru.

Para wanita tersebut menutupi wajahnya dari sorotan kamera.

Satu persatu wanita itu menjalani proses pendataan oleh petugas.

Mereka memeriksa identitas para wanita tersebut.

“Mereka berada di kantor satpol PP, mereka didata betul-betul,” terang Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru,  Burhan Gurning kepada Tribun, Rabu siang.

BACA JUGA  Berjuang Bersama Melawan Covid-19, Kapolda Bersama Danrem Lepas Penyerahan 503 Paket Bansos

Pihaknya sengaja menggelar razia secara mendadak.

Ia ingin mengantisipasi razia bocor ke pihak tidak bertanggung jawab.

“Maka saya suruh untuk merapat, telusuri, saat ada momen razia,” ujarnya.

Burhan mengaku beberapa kali razia bersama ada yang bocor infomasinya.

Petugas langsung menjaring sebelas wanita itu pada Rabu pagi.

Ada rencana para wanita ini bakal diserahkan ke Dinas Sosial Kota Pekanbaru.

Mereka nantinya bakal mendapat pembinaan.

“Yang lainnya, akan kita edukasi.

Kita lakukan pencerahan agar tidak kembali lagi,” paparnya.

Petugas tidak mendapati wanita itu dalam praktik prostitusi.

Ia menyebut petugas mendapat informasi lantas mengamankannya.

“Prediksi mereka itu adalah pekerjannya di situ.

Intel kita sudah memantau aktivitas mereka setiap hari,” jelasnya.

Burhan memastikan pihaknya bakal menggelar razia serupa di lokasi lain.

Mereka bakal menggelar pada akhir pekan.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here