Riauhub.com – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengingatkan fasilitas layanan kesehatan agar tidak mematok tarif tinggi untuk rapid test antigen.

Imbauan ini seiring keluhan masyarakat perihal beragamnya tarif rapid test antigen.

Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan laboratorium harus mengikuti tarif sesuai ketetapan dari Menteri Kesehatan.

Rapid test antigen biayanya sesuai edaran pemerintah pusat sebesar Rp 275.000 untuk luar pulau Jawa.

Mereka berencana menyurati seluruh layanan kesehatan yang membuka layanan rapid test antigen.

Upaya ini untuk mencegah tarif tinggi tes tersebut.

BACA JUGA  Kasus Positif Melonjak, Gubernur Kepri Minta Masyarakat Tidak Remehkan Covid-19

“Kita akan surati faskes yang ada, agar tidak memasang tarif tinggi untuk rapid test antigen,” terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy kepada Tribun, Jumat (25/12/2020).

Menurutnya, tarif rapid test antigen yang sudah ditetapkan adalah batas tarif tertinggi.

Ia mempersilahkan bila ada fasilitas kesehatan mematok tarif rapid test antigen lebih murah.

Zaini mengingatkan agar fasilitas kesehatan tidak mematok tarif melebihi ketetapan yang ada.

Ia menyebut bahwa tarif yang ditetapkan adalah tarif tertinggi.

“Masyarakat bisa memilih sesuai kemampuannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Sehari Bertambah 11 Orang Terkonfirmasi Positif, Covid-19 Menggila di Siak

Zaini menyebut bahwa saat ini fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP dan puskesmas belum menyediakan rapid test antigen.

Saat ini baru rumah sakit besar yang membuka layanan rapid test antigen.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini