Riauhub.com – Pascalibur Natal dan Tahun Baru 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melanjutkan dan menerapkan pembelajaran dengan pola tatap muka.

Tidak seperti sebelumnya yang hanya sebagian, kali ini seluruh sekolah akan menerapkan pembelajaran tatap muka.

Mengingat sebelumnya terdapat beberapa sekolah masih menggunakan metode pembelajaran secara daring dan luring.

Dari informasi yang diterima, Minggu (3/1/2021) seluruh aktivitas belajar tatap muka akan dimulai kembali pada, 4 Januari 2021 besok.

Demikian disampaikan oleh Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Syafrizal.

“Belum lama ini kami juga telah menerima SKB tiga menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA  3 Tambahan Kasus Covid-19 Hari Ini di Riau, 1 Diantaranya dari Kluster BRI

“ Jauh sebelum ini kita sudah melaksanakannya. Untuk itu kita hanya melanjutkan,” imbuhnya.

Sebelumnya dijelaskannya, masih ada beberapa yang sekolah yang masih menerapkan pembelajaran daring maupun luring karena daerahnya masih memiliki kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.

“Jika sebelumnya terdapat beberapa sekolah yang masih menggunakan metode luring karena daerah mereka masih ada yang terpapar Covid-19,” ucapnya.

“Kali ini seluruhnya kita tetapkan pembelajaran tatap muka tanpa terkecuali,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, proses pembelajaran tatap muka juga dilaksanakan mengingat kasus Covid-19 di Kepulauan Meranti yang cukup landai hingga saat ini.

Menurutnya sejauh ini proses pembelajaran tatap muka berjalan lancar dan tidak terdapat kendala dan proses belajar.

Walaupun demikian pihaknya masih menerapkan pembelajaran tatap muka yang terbagi oleh beberapa sesi.

BACA JUGA  Bertambah 35 Positif, Covid-19 di Riau Nyaris Tembus Seribu Kasus

Terhadap proses belajar mengajar tatap muka itu dibagi dua sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.00 WIB, sesi kedua 09.30-11.00WIB. Untuk SD, setiap sesi tidak boleh lebih dari 14 orang per-rombongan belajar (rombel).

“Langkah itu agar jarak aman tetap berjalan dengan baik di setiap kelas. Makanya kita tetap pakai pola tersebut,” jelasnya.

Proses belajar mengajar mengedepan protokol kesehatan (prokes) berjalan sesuai dengan apa yang telah diputuskan dan sepakati bersama.

“Semua tetap disediakan, seperti wajib mengenakan masker, fasilitas cuci tangan, masker, hand sanitizer, hingga pemberlakuan susunan ruang belajar agar jarak aman terlaksana dengan baik,” pungkas Safrizal.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here