Riauhub.com – Pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru kembali mendapat kritikan dari Katua Pansus Ranperda Retribusi Pelayanan Sampah DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid. Ia menilai biaya besar yang dikeluarkan pemko untuk kontrak pengelolaan sampah kepada pihak ketiga bukan kebijakan yang efektif.

Bagaimana tidak, Muhammad Isa menyebutkan anggaran yang besar untuk pengelolaan sampah tetapi nyatanya permasalahan masi kerap muncul, misalnya pengangkutan sampah yang bermasalah menyebabkab sampah jarang diangkut hingga terjadinya penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.

“Kita melihat selalu ada masalah dalam pengangkutan sejak menggunakan sistem kontrak dengan biaya yang sangat besar ini,” kata Muhammad Isa.

BACA JUGA  7 Pejabat Esselon II Pemko Pekanbaru Resmi Dirotasi, Ini Jabatan Barunya

Politisi PKS itu menilai Pemko Pekanbaru harusnya mengubah sistem pengangkutan sampah menjadi desentralisasi pelayanan publik kepada camat dan lurah seperti era Wali Kota Pekanbaru sebelumnya Herman Abdullah.

“Kita melihat lebih baik pemko menghentikan sistem kontrak pengangkutan yang berbiaya tinggi ini dan mengembalikan pengangkutan sampah lingkungan pada camat dan lurah seperti yang di lakukan zaman Pak Herman Abdullah dulu,” tuturnya.

Pola desentralisasi tersebut menurutnya, akan meningkatkan percepatan pelayanan kebersihan karena camat dan lurah lebih responsif jika dibandingkan dengan pelayanan dari pihak ketiga.

BACA JUGA  Siap Jalani New Normal, Istana Siak Kembali Dibuka

“Camat dan lurah lebih cepat responsif bila ada penumpukan sampah,” pungkasnya.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Pemko dan DPRD Pekanbaru sepakat untuk tidak melanjutkan sistem pengelolaan sampah secara multiyears pada tahun 2021, namun masih menggunakan jasa pihak ketiga dengan sistem kontrak pertahun.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here