Riauhub.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedy Sambudi membenarkan tentang adanya penangkapan oknum Staff Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dalam kasus dugaan korupsi.

“Ia benar ada penangkapan salah seorang staff di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar,” ungkapnya.

Ia menuturkan prihatin dengan adanya penangkapan tersebut yang dilakukan berkaitan dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedy Sambudi tidak bisa bicara banyak soal perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) beserta perangkatnya di Diskes Kampar.

Penangkapan oknum PNS Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar atas nama Aspiar Efendi berkaitam dengan kasus Pengadaan atau pembelian barang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Riau Tahun 2017, dengan Pagu Anggaran Rp2 miliar lebih.

Dedy Sambudi menuturkan saat tindak pidana tersebut terjadi dirinya belum memegang jabatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Anak Pembacok Ayah Tiri hingga Tewas di Riau

Sebelumnya dikabarkan Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, menangkap Aspiar Efendi, oknum staf di Dinas Kesehatan (Diskes), Kabupaten Kampar.

Aspiar Efendi merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.

“Saudara AE (Aspiar Efendi, red) diamankan di daerah Jakarta Selatan pada hari Selasa, 29 Desember 2020.

Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, Rabu (6/2021).

Dipaparkan Andri, Aspiar sebelumnya telah dipanggil sebagai saksi sebanyak 2 kali. Namun ia tidak hadir tanpa alasan yang sah.

Sehingga akhirnya diterbitkan surat perintah membawa dan surat perintah penangkapan terhadap Aspiar Efendi.

Perkara yang akhirnya menjerat Aspiar dan terjadi pada tahun 2017 itu, lantaran diduga ada perbuatan penggelapan dalam jabatan terkait pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) beserta perangkatnya di Diskes Kampar.

BACA JUGA  Jadi Tersangka, Kejati Riau Tahan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya

Pengadaan atau pembelian barang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Riau Tahun 2017, dengan Pagu Anggaran Rp2 miliar lebih.

Perbuatan menyimpang dilakukan oleh Aspiar, saat dirinya bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan SIKDA Tahun 2017 tersebut.

Ia diduga menggelapkan, menjual, dan menghilangkan barang pengadaan berupa 40 unit komputer Desktop, 30 unit printer dan 5 unit reuter.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 10 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang PemberantasanTindak Pidana Korupsi.

“Ancaman pidana paling singkat 2 tahun paling lama 7 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp100 juta paling banyak Rp350 juta,” tegas Kombes Andri.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menambahkan, saat ini penyidik sedang melengkapi berkas perkara, untuk kemudian dilimpahkan ke kejaksaan.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here