Riauhub.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, memeriksa Agus Pramono, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Pekanbaru hari ini, Senin (18/1/2021).

Pemeriksaan ini terkait dengan penyidikan kasus pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru.

Dimana sejak awal tahun 2021 lalu, terjadi penumpukan sampah di sejumlah lokasi di Kota Bertuah.

Hal ini tentunya menimbulkan keresahan di masyarakat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan saat dikonfirmasi, membenarkan perihal adanya pemeriksaan terhadap Kadis LHK Pekanbaru tersebut.

“Yang bersangkutan masih diperiksa di kantor,” katanya.

Disinggung soal pemeriksaan terhadap pihak lainnya, Kombes Teddy menuturkan, ada beberapa orang yang diperiksa hari ini.

“Banyak, ada 6 orang dari Dinas LHK,” sebutnya.

Untuk diketahui, kasus bobroknya pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru, saat ini sedang ditangani oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau.

BACA JUGA  PNS di Riau Ditipu 271 Juta, Ini Penyebabnya

Aparat kini sedang mencari indikasi terjadinya dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.

Bahkan penanganan perkaranya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan beberapa waktu lalu mengatakan, langkah untuk menangani kasus ini dilakukan setelah terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di Kota Pekanbaru.

Penumpukan sampah terjadi di jalanan, pasar, dan di depan kios atau toko. Kondisi ini tak ayal menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dalam proses penanganan perkara, penyidik sudah meminta keterangan 20 orang saksi, baik dari masyarakat yang terdampak, ahli lingkungan dan ahli pidana.

Dari keterangan dan data yang terkumpul, dilakukan gelar perkara dan kasus ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

BACA JUGA  Wako Pekanbaru: Tidak Ada Izin Keramaian pada Malam Pergantian Tahun

“Setelah gelar perkara, terhitung 15 Januari 2021, kasus ditingkatkan ke penyidikan,” sebut Teddy dalam kegiatan jumpa pers, Jumat (15/1/2021) lalu.

Disinggung soal calon tersangka, Teddy menyatakan nanti jika sudah ada, akan segera diumumkan.

“Saya tidak mau berandai-andai, tidak mau meramalkan. Kita tunggu saja proses penyidikan. Mudah-mudahan seminggu atau dua minggu ke depan, sudah ada gambaran siapa calon tersangkanya,” tegasnya.

Teddy mengungkapkan, dalam perkara ini, untuk menjerat tersangkanya, pihaknya menerapkan Pasal 40 atau Pasal 41 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.

“Pasal 40, ancaman hukuman 4 tahun penjara denda 100 juta sedangkan Pasal 41 ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta,” urainya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here