Riauhub.com – Kepolisian Resor Siak membekuk warga Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

KS (45) alias Kuna alias Bai yang menganiaya Yanto hingga tewas dengan motif sepele hanya karena tersinggung dengan ucapan korban yang menyebutnya ganteng.

“Tumben, kok ganteng kali, mau ke mana? Itu yang disampaikan korban ke pelaku. Ucapan itu membuat pelaku tersinggung,” kata Kepala Polres, Siak AKBP Gunar Rahadyanto dalam konferensi persnya, Kamis.

Kapolres menjelaskan, ucapan tersebut dilontarkan korban ke pelaku, saat sama-sama menginap di salah satu kos-kosan di Km 11 Kecamatan Koto Gasib pada 15 Desember 2020. Keduanya meski sama-sama berasal dari Sumatera Utara, tapi pelaku dan korban tidak saling mengenal dan bertemu di kosan tersebut.

BACA JUGA  Drama Penangkapan Kaki Tangan Jaringan Narkoba Lapas di SPBU Pelalawan Riau

Akibat dari ucapan tersebut, pelaku diduga sakit hati sehingga membuntuti korban dan temannya yang bernama Soni Syah Dalimunthe. Ketika itu keduanya berangkat kerja berjualan peralatan rumah tangga menuju ke Desa Maredan Kecamatan Tualang dan dibuntuti pelaku dengan sepeda motor.

Sampai di tempat kejadian perkara di Jalan Bakal Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, pelaku langsung membacok Yanto menggunakan parang dan mengenai perut korban.

Bacokan selanjutnya ke arah Soni namun dia berhasil kabur. Setelah jauh, Soni meminta bantuan warga untuk mengantarkan Yanto yang sudah meninggal dunia ke PuskesmasKoto Gasib.

Sementara pelaku melarikan diri ke arah Kota Pekanbaru,Soni pun melaporkan peristiwa itu ke Polres Siak.

BACA JUGA  BNN Riau Tangkap Oknum ASN, Pengedar Narkotika Jenis Perangko

Hingga akhirnya pada Senin (18/1/2021) tim Opsnal Polres Siak mendapat informasi dari masyarakat, tentang keberadaan pelaku di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak AKP Noak Aritonang memimpin tim langsung berangkat ke lokasi tujuan keesokan harinya. Pada Selasa (19/1/2021) pelaku berhasil diamankan di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu.

“Pelaku berusaha untuk melawan, namun berhasil kita amankan,” kata kasat reskrim AKP Noak.

Pelaku akan dijerat pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo pasal 338 KUHP. Pelaku disangkakan dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here