Riauhub.com – Mengalami sesak nafas dan takut terjadi ledakan, warga di sekitaran Pesantren Al Ikhsan, Pekanbaru, Riau, akhirnya mengungsi.

Sebanyak kurang lebih 10 KK (Kepala Keluarga), memilih meninggalkan rumahnya karena takut terkena bahaya lumpur dan gas yang dikeluarkan sumur bor yang berada di Pesantren Al Ikhsan, yang berada di Kelurahan Tuah Negri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

“Setelah dengar ledakan dan batu itu melayang, habis shalat isya, kami ngungsi di rumah saudara, yang lokasinya sekitar 1 kilometer dari sini karena takut, kalau rumah kami dekat disini. Ada 10 KK yang ngungsi,” ujar Tria (26), kepada GoRiau.com, Jumat (5/2/2021).

BACA JUGA  Pekanbaru Darurat Sampah, Ketua DPRD Hamdani: Pemko Tidak Belajar dari Pengalaman

Terpisah Nurhawani (36), juga mengeluhkan sesak nafas karena debu yang ditimbulkan dari semburan gas dan lumpur itu.

“Soalnya tadi malam nafas kami sesak juga karena debu nya ngeri kali. Sampai sekarang kami masih ngungsi. Mudah-mudahan pemerintah cepat menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Pantauan GoRiau di lapangan, sekitar pukul 11.24 WIB, tampak semburan air, bercampur lumpur bewarna abu-abu seperti semen, terus keluar dari sumur bor. Bahkan, lumpur sudah menggunung dan menghancurkan bangunan pesantren.

Atap-atap pesantren juga sudah hancur karena tertimpa lumpur yang semakin menggunung. Bebatuan terlihat berserakan disekitar gedung-gedung pesantren.

BACA JUGA  KLHK Sempat Surati Walkot Pekanbaru soal Sampah Numpuk tapi Tak Direspons

Pepohonan terlihat berwarna abu-abu karena diselimuti debu yang terbang terbawa angin disekitaran Pesantren Al Ikhsan.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini