Riauhub.com – Pertamina berkomitmen untuk terus memaksimalkan potensi Blok Migas Rokan. Tak hanya untuk menyuplai kebutuhan nasional, tapi juga mendongkrak pembangunan ekonomi di Riau.

Hal ini disampaikan oleh Pejabat Sementara Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut Haryanto Syafri dalam kegiatan silaturahmi SKK Migas Sumatera Bagian Utara-Pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, pada Senin (1/3).

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh Upstream Project Leader Pertamina Hulu Rokan (PHR) Feri Sri Wibowo beserta jajaran, dan dihadiri pula oleh GM General Affairs and Operations Support PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Sukamto Tamrin beserta jajaran humas.

“Acara ini digelar dalam rangka silaturahmi dengan media dan mahasiswa untuk mendukung kelancaran proses alih kelola Blok Rokan dari CPI ke Pertamina Hulu Rokan,” kata Haryanto dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Sementara itu Upstream Project Leader PHR Feri Sri Wibowo yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, terdapat empat komitmen Pertamina dalam pengelolaan Blok Rokan. Yaitu, pertama memberikan kontribusi dari hasil Blok Rokan terhadap Pendapatan Bagi Hasil Daerah.

BACA JUGA  Tambah 99 Positif di Riau, Kampar dan Pekanbaru Terbanyak Kasus Covid-19

Kedua, lanjutnya, badan usaha milik daerah berhak atas 10 persen PI Blok Rokan berdasarkan Kepmen ESDM 1923 K/10/MEM/2018. Sedangkan untuk poin ketiga, ia menambahkan, kegiatan operasional Blok Rokan akan melibatkan partisipasi perusahaan lokal baik dalam bentuk barang, jasa, maupun tenaga kerja. Ia berharap, hal ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat Riau.

“Terakhir, kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan akan bersinergi dengan pemerintah daerah agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” pungkas Feri.

Di lain sisi, GM General Affairs and Operations Support PT CPI Sukamto Tamrin menyampaikan proses peralihan Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan dari PT CPI kepada PT PHR masih terus berlangsung sesuai tahapan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, peralihan ini akan memakan waktu hingga 23 pekan ke depan. Adapun proses peralihan ini sudah dilakukan sejak tahun 2019.

“Kami sangat berkeinginan agar proses peralihan berlangsung lancar, tertib dan aman,” harap Sukamto.

BACA JUGA  Covid-19 di Riau Makin Mengkhawatirkan, Bertambah 477 Kasus Positif Tersebar di 12 Daerah

Sebagai informasi, Kontrak Bagi Hasil BlokRokan ditandatangani antaraSKK Migas dengan PT Pertamina HuluRokan (PHR) dan disetujui oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada 9 Mei 2019. Jangka waktu kontrak bagi hasil ini berlaku selama 20 tahun pada 2021-2041, dimulai dari 9 Agustus 2021 menggunakan skema bagi hasil gross split.

Adapun CPI, PHR, dan SKK Migas telah berkoordinasi untuk mengambil alih-kelola Blok Rokan pada 9 Agustus 2021. Program PHR berupa transisi sembilan bidang utama untuk tujuan menjamin keberlangsungan seluruh kegiatan operasi dan kegiatan rutin Blok Rokan pada saat PHR menjadi Operator.

Untuk diketahui pula, pada masa transisi Blok Rokan, telah direncanakan dan disusun program pemboran sumur dalam tahun 2021, baik oleh CPI maupun PHR.

Sukamto menyebut langkah ini merupakan salah satu upaya menahan turunnya produksi minyak Blok Rokan. Sebab, Blok Rokan dinilai memiliki peran strategis dalam industri migas tanah air dengan menyumbangkan produksi 24 persen terhadap produksi nasional.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here