Riauhub.com – Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, diduga menjadi korban teror orang tak dikenal.

Ia menemukan pisau dapur dengan gagang warna hijau di depan pintu rumahnya, pada saat hendak pergi salat subuh berjamaah, pada Jumat (5/3/2021) kemarin.

Tak berselang lama, ada pula kepala anjing ditemukan di depan rumahnya.

Posisinya agak tersembunyi dengan tanaman bunga.

Muspidauan, menceritakan kronologi temuan 2 benda tak wajar di lingkungan rumahnya itu, saat dihubungi tribunpekanbaru.com lewat sambungan telepon.

Dikisahkannya, saat itu ia keluar rumah pada Jumat subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.

Ia hendak pergi salat Subuh berjamaah di masjid.

Ketika membuka pintu, ia menemukan ada sebilah pisau dapur di teras. Saat itu, ia belum menaruh curiga apapun.

BACA JUGA  Gubernur Riau Surati Bupati-Walkot Minta Pajak 8.839 Kendaraan Dinas Dilunasi

Pisau itu lalu diambilnya, dan diletakkan di atas kursi di dalam rumah.

Selanjutnya, Muspidauan pergi berangkat ke masjid.

Pulang dari masjid, karena penasaran Muspidauan memanggil anaknya, dan bertanya perihal temuan pisau di teras itu.

“Saya panggil anak, saya tanya, pisau siapa itu? Coba cek CCTV dulu saya bilang. Dicek CCTV tidak kelihatan orang menaruh pisau itu,” ucap Muspidauan, Sabtu (6/3/2021).

Selanjutnya kata Muspidauan, anaknya itu keluar rumah ke teras. Anaknya lantas berteriak saat menemukan kepala anjing.

“Ayah, ada kepala anjing yah. Posisinya tersembunyi di bawah bunga di depan rumah itu. Karena kelihatan itu, saya telfon Polsek Sukajadi.

Tidak lama polisi datang. Saya sempat pergi kantor sebentar, lalu disuruh lapor ke Polresta Pekanbaru saja, ya sudah (saya lapor),” tutur Muspidauan.

BACA JUGA  Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Pekanbaru Masuk Zona Merah Kembali

Ditanyai apakah ia sempat mendengar suara gaduh, Muspidauan mengaku tak mendengarnya.

“Cuma kita lihat CCTV itu, sekitar jam setengah 11 malam (hari Kamis). Ada dua orang boncengan dengan sepeda motor, pakai helm, melemparkan itu,” ungkap dia.

Muspidauan memaparkan, ia sudah melapor ke pihak kepolisian.

Saat ini ia pun menyerahkan sepenuhnya penyelidikan perisitiwa yang dialaminya itu ke aparat yang berwenang.

“Sebabnya apa, ntah apa kita tidak tahu,” ucap Muspidauan.

Ia tak ingin berspekulasi atas kejadian ini. Selama lebih kurang 30 tahun berdinas di Korps Adhyaksa, Muspidauan mengaku tak pernah ada masalah.

“Belum pernah ada orang mengancam, belum pernah,” pungkasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here