Riauhub.com – Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Riau sekaligus Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru, Muspidauan, heran rumahnya menjadi sasaran teror kepala anjing usai Musdalub LAM. Dia mengatakan Musdalub digelar sesuai ketentuan.

“Tidak terima kenapa? Musdalub itu digelar sesuai ketentuan. Saya diminta pengurus LAM di tingkat Kecamatan se-Pekanbaru,” kata Muspidauan saat dimintai konfirmasi, Jumat (12/3/2021).

Muspidauan mengatakan Musdalub LAM Pekanbaru digelar atas kesepakatan para pengurus. Dia mengklaim musdalub tersebut telah digelar sesuai AD/ART LAM.

“Musdalub sesuai AD/ART saja. Kemudian kita kunjungi tokoh-tokoh LAM provinsi ada juga Wali Kota selaku Setia Amanah (Datuk Bandar Setia Amanah), bahkan datang saat musdalub,” katanya.

Dia mengaku tidak mengenal ketiga pelaku yang ditangkap. Dia juga mengatakan ketiga orang itu bukan anggota LAM Pekanbaru.

BACA JUGA  Perempuan ini Diancam dan Diperas Rp 150 Juta oleh Napi Lampung

“Saya tidak kenal sama mereka (pelaku). Apakah dia anggota LAM, karena kita dapat info teman-teman dari kecamatan orang-orang ini bukan anggota LAM,” kata Muspidauan.

“Kita juga rangkul semua, kita majukan ini sesuai AD/ART, perjuangkan masyarakat kecil. LAM ini kan wadah masyarakat yang intinya mengajak kebaikan,” sambungnya.

Dia mengatakan musdalub digelar setelah pengurus yang ada vakum. Menurutnya unsur pemerintah juga hadir saat musdalub digelar.

“Saya tanyakan ke Provinsi, kalau selama ini pengurusan belum ada SK, selama ini vakum. Makanya pemerintah daerah juga hadir ketika Musdalub dan mengucapkan selamat sama kita,” katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelaku teror di rumah Muspidauan dan Sekretaris LAM Riau, Nasir Panyalai. Ketiga pelaku ditangkap tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru.

BACA JUGA  Polisi Bongkar Judi Online Omzet Puluhan Juta, 59 Orang Ditangkap di Pekanbaru Riau

“Untuk aksi teror rumah Pak Muspidauan dan Pak Nasir telah kita tangkap tiga orang,” terang Kapolda Riau, Irjen Agung saat ditemui di Mapolda, Jumat (12/3/2021).

Adapun ketiga pelaku ditangkap adalah Irwan, Didik dan Boy. Mereka ditangkap dalam rentetan aksi teror pengurus LAM Pekanbaru.

“Irwan kami tangkap di kantor LAM Kota Pekanbaru, Didik di Jalan Melur dan Boy ditangkap malam tadi di Kubang,” ucapnya.

Selain ketiga pelaku, Agung menyebut pihaknya tengah memburu dua pelaku lain. Keduanya adalah BI dan J.

“D (Didik) membantu aksi teror dengan mengirim kepala anjing, melempar bensin ke rumah Pak Nasir. Yang mana tujuan melempar agar Pak Muspidauan enggan dan takut terhadap mereka, sehingga mereka tetap eksis berada di LAM Pekanbaru,” ujar Agung.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here