Riauhub.com – Polisi menangkap tiga orang terkait teror potongan kepala anjing ke rumah pejabat Kejaksaan Tinggi Riau, Muspidauan. Rupanya, teror kepala anjing itu terjadi karena ada rebutan kepengurusan Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah Muspidauan di Sukajadi, Pekanbaru, sekitar. Dia mengatakan peristiwa itu diketahui sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (5/3/2021). Saat itu, Muspidauan ke luar rumah untuk pergi salat subuh.

“Saat pelapor ke luar rumah, terlihat sebilah pisau di teras depan rumahnya, kemudian pelapor meletakkan ke dalam rumah pisau tersebut karena pelapor pikir pisau tersebut pisau kepunyaan tetangganya yang merupakan kakak istrinya, selanjutnya pelapor pergi melaksanakan salat Subuh,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang, Minggu (7/3/2021).

Setelah pulang salat, Muspidauan meminta anaknya mengecek rekaman kamera CCTV untuk mengetahui siapa pemilik pisau tersebut. Namun tak ada orang yang terlihat meletakkan pisau itu. Anaknya kemudian mengecek ke depan rumah.

“Terlihat ada sepotong kepala anjing yang terletak di depan teras rumah, tepatnya di bawah jendela rumah,” ucapnya.”Kami masih lakukan penyelidikan terhadap pelaku. Sudah dilakukan olah TKP juga di lokasi,” tutur Nandang.

BACA JUGA  Duel Maut di Inhil Riau, Cekcok Masalah Kebun Ipar Sendiri Dibacok, Pelaku Langsung ke Polisi

Polisi kemudian mengusut peristiwa ini. Dua orang terduga pelaku ditangkap pada Rabu (10/3) malam.

“Benar, dua pelaku teror telah ditangkap tadi malam di salah satu rumah di Kota Pekanbaru,” ucap Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/3) .

Teddy mengatakan kedua pelaku adalah Irwan dan Didik. Keduanya ditangkap setelah polisi mendeteksi wajah melalui CCTV dan mendapatkan keterangan dari saksi-saksi.

Setelah itu, polisi menangkap seorang tersangka, Boy. Ada dua terduga pelaku yang masih dikejar. Mereka juga diduga melakukan teror ke rumah Sekretaris LAM Riau, Nasir Penyalai.

Setelah diusut, kasus ini rupanya berawal dari Musdalub LAM Pekanbaru. Dalam musdalub itu, Muspidauan terpilih sebagai Ketua.

“D (Didik) membantu aksi teror dengan mengirim kepala anjing, melempar bensin ke rumah Pak Nasir. Yang mana tujuan melempar agar Pak Muspidauan enggan dan takut terhadap mereka, sehingga mereka tetap eksis berada di LAM Pekanbaru,” kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).

Dia mengatakan Nasir dianggap sebagai orang yang mendukung musdalub. Menurutnya, orang-orang yang mendukung musdalub itu memunculkan pemimpin varu yang tidak dikehendaki.

BACA JUGA  Oknum Perwira Polisi Ditangkap karena Isap Sabu di Mobil, Terekam CCTV dan Viral

“Mengapa disiram bensin, karena rencana membakar rumah mereka. Kenapa rumah diteror, karena Pak Nasir dianggap orang yang mendukung Musdalub dan dianggap orang-orang yang memunculkan kepemimpinan baru dan tidak dikehendaki oleh mereka,” jelas Irjen Agung.

Musdalub Diklaim Sesuai AD/ART

Muspidauan mengaku heran rumahnya menjadi sasaran teror kepala anjing usai Musdalub LAM. Dia mengatakan Musdalub digelar sesuai ketentuan.

“Tidak terima kenapa? Musdalub itu digelar sesuai ketentuan. Saya diminta pengurus LAM di tingkat Kecamatan se-Pekanbaru,” kata Muspidauan saat dimintai konfirmasi.

Muspidauan mengatakan Musdalub LAM Pekanbaru digelar atas kesepakatan para pengurus. Dia mengklaim musdalub tersebut telah digelar sesuai AD/ART LAM.

“Musdalub sesuai AD/ART saja. Kemudian kita kunjungi tokoh-tokoh LAM provinsi ada juga Wali Kota selaku Setia Amanah (Datuk Bandar Setia Amanah), bahkan datang saat musdalub,” katanya.

Dia mengaku tidak mengenal ketiga pelaku yang ditangkap. Dia juga mengatakan ketiga orang itu bukan anggota LAM Pekanbaru.

“Saya tidak kenal sama mereka (pelaku). Apakah dia anggota LAM, karena kita dapat info teman-teman dari kecamatan orang-orang ini bukan anggota LAM,” kata Muspidauan.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here