Riauhub.com – Seorang oknum PNS berinisial IH (49) di Riau menipu 3.445 orang dengan modus investasi bodong. Polres Indragiri Hulu (Inhu) di Riau memperkirakan kerugian korban mencapai Rp 60 miliar.

Ps Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran menyebut kasus terungkap setelah salah satu korban membuat laporan. Korban dijanjikan akan mendapat keuntungan sebesar 15 persen setiap bulan.

“Korban melaporkan telah menyetor Rp 1,1 miliar ke pelaku IH. Dari modal itu, dia menjanjikan korban akan dapat untung 15 persen setiap bulan,” kata Misran.

BACA JUGA  Polda Riau Tangkap Dua Preman Pelaku Pemerasan Pengusaha Sembako

Kenyataannya, korban tak mendapat hasil sesuai kesepakatan. Dari hasil penelusuran penyidik, oknum PNS itu ternyata menggunakan skema Ponzi. Untuk meyakinkan masyarakat, ia membuat badan usaha bernama PT Indragiri Digital Aset Indonesia.

“Badan usaha didirikan sejak 2019 hingga pertengahan 2020. Untuk masyarakat yang bergabung tercatat 3.445 akun,” kata Misran.

Atas kejadian itu, total nilai kerugian lebih dari Rp 60 miliar. Dana semua member disebut digunakan pelaku untuk membayar member yang telah bergabung lama.

“Menurut IH, dana member yang diterima sebagian diputarkan untuk membeli koin di bursa. Sisanya disimpan untuk membayar keuntungan anggota. Koin bursa dibuat seolah asli dalam perdagangan aset,” kata Misran.

BACA JUGA  Kadispar Riau Beri Tips Mengembangkan Desa Wisata

Sebelumnya, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Barang bukti tersebut adalah bukti transfer ke rekening pelaku, kuitansi pembelian koin, mesin alat hitung uang, dan data penjualan koin.

“Semua barang bukti diamankan di Polres untuk keperluan penyidik. Ada kuitansi, bukti penjualan koin, alat hitung uang, dan laptop,” kata Misran.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here