Riauhub.com – Bulan Ramadan lebih baik daripada seribu bulan. Pada bulan turunnya Alquran itu, pintu-pintu syurga Allah buka sedangkan pintu-pintu neraka Allah kunci. Penjelasan ini dikemukakan oleh Ustad Ghazali, Lc. di hadapan ibu-ibu yang berasal dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Kecamatan Rumbai Timur.

“Pintu-pintu syurga ada delapan. Yang paling istimewa bagi orang yang berpuasa disebut dengan pintu Arrayyan,” terang pemateri yang merupakan Anggota DPD RI tersebut.

Peserta sangat antusias mendengarkan kajian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal sepuluh hari lagi. Pada mulanya, kegiatan dilaksanakan di Rumah Baca Tuah Negeri, Jalan Limbungan, Gang Cemara, Kecamatan Rumbai Timur pada Jumat, 02 April 2021. Akan tetapi, angin kencang dan gerimis mulai turun sehingga sebelum acara dimulai, kegiatan dilaksanakan di dalam rumah, tepat di samping Rumah Baca Tuah Negeri.

BACA JUGA  Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Muhammad Gazali Ajak Masyarakat Riau Perkuat Nilai-Nilai Pancasila

Acara Tarhib Ramadan ditunaikan sebagai sarana untuk menguatkan ukhuwah, menjalin silaturahim, sekaligus Pertemuan Kelompok PKH di bawah binaan Listi Mora Rangkuti sebagai Pendamping PKH.

Acara berlangsung dengan lancar, penuh khidmat, dan religius karena pertemuan ini disempurnakan dengan kajian seputar Ramadan. Peserta yang hadir dibatasi hanya sampai dua puluh orang untuk menjaga protokol kesehatan.

Banyak ilmu yang diterima oleh para peserta yang hadir sehingga timbul keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat menyambut Ramadan.

“Jangan lupa dengan hutang Ibu-Ibu kepada Allah. Masih ada sepuluh hari lagi untuk melunasinya,” pesan Ustad Ghazali setelah sesi tanya jawab.

BACA JUGA  Ibu Hamil Ingin Tetap Puasa, Bagaimana Caranya?

Senja mulai tiba, kenikmatan menimba ilmu terasa sangat singkat. Acara ditutup dengan doa oleh sang Ustad.

“Terima kasih Ustad atas semua kemurahan hati Ustad dalam menghadiri majelis ini. Semoga ilmu yang dicurahkan kepada kami, kelak menjadi amal jariyah,” ucap Listi Mora Rangkuti sekaligus sebagai moderator saat menutup acara.

Diakhiri dengan bermaaf-maafan dan lantunan salawat, acara usai hingga magrib tiba.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here