Kampar – Viral di media sosial video tiga bocah sekolah dasar (SD) menyeberangi sungai dengan bergelantungan di keranjang rotan.

Ketiganya yang masih mengenakan seragam merah putih tampak menarik keranjang yang terikat tali, lalu meluncur ke seberang sungai seperti flying fox.

Aksi mereka sangat berisiko karena bergantung pada keranjang tersebut.

Ternyata aksi para bocah tersebut bukan karena daerah tempat tinggal mereka tidak memiliki jalan atau jembatan penghubung.

Berikut fakta yang telah dirangkum Kompas.com:

1. Berlokasi di kebun sawit

Riau Peristiwa dalam video viral itu terjadi di Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Camat Kampar Kiri Marjanis mengatakan, lokasi tersebut berada di areal kebun sawit.

BACA JUGA  Viral Pengendara Motor Ngamuk Kena Cipratan Air Ojek Online, Minta Maaf Karena Ini

Keranjang yang digunakan anak-anak tersebut merupakan alat yang digunakan untuk menyeberangkan buah sawit hasil panen.

2. Jalan pintas

Marjanis mengatakan, tiga anak SD yang menyeberang dalam video itu merupakan anak dari penjaga kebun sawit.

Anak-anak menaiki keranjang untuk mengambil jalan pintas pulang ke rumah mereka yang berada di seberang sungai.

3. Jembatan

Marjanis menjelaskan, sebenarnya di lokasi terdapat jembatan untuk menyeberang.

Namun, karena harus memutar, akhirnya mereka menggunakan keranjang itu agar bisa sampai ke rumah lebih cepat.

“Di situ sebenarnya ada jembatan, tapi agak jauh kalau mutar. Bisa jadi anak-anak ini mau cepat sampai rumah lewat penyeberangan,” ujar Marjanis.

BACA JUGA  Pria di Kepulauan Riau Ditangkap Gegara Bikin Cuitan Hina Jokowi di Medsos

4. Tempat main anak-anak

Babinsa Koramil 05/Kampar Kiri, Kodim 0313/KPR, Serma Kariawanto menjelaskan, keranjang yang diikat ditali itu untuk menyeberangkan buah sawit hasil panen.

Namun, keranjang itu biasa menjadi tempat bermain anak-anak.

5. Larang bermain

Serma Kariawanto menjelaskan, karena aksi anak-anak SD itu berisiko, dia akan menemui pemilik kebun sawit supaya melarang anak-anak menyeberang dengan alat tersebut.

“Nanti saya akan menemui pemilik kebun untuk mengingatkan agar melarang anak-anak menyeberang di situ. Karena kita khawatir juga anak-anak jatuh nanti pas menyeberangi sungai,” ujar Kariawanto.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here