Rengat – Biadab, itu kata-kata yang pantas ditujukan pada salah seorang warga Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, UCK (48) yang tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih di bawah umur, sebut saja Melati (17).

Bapak bejat ini sudah puluhan kali melakukan perbuatan hina itu.

Tepatnya sejak tahun 2018 hingga Mei 2021 dan sekarang Melati hamil 3 bulan.

Pelaku berhasil diringkus unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Inhu, Sabtu (12/6/2021) kemarin, pukul 13.00 WIB di sebuah warung makan, di Jalan Sultan Kelurahan Kampung Besar Kota Kecamatan Rengat.

Terkait kasus persetubuhan anak bawah umur ini, Kapolres Inhu, AKBP Efrizal S.I.K melalui PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran ketika dikonfirmasi, Selasa (15/6/2021) menjelaskan, sesuai pengakuan tersangka, aksi bejat ini dilakukan sejak tahun 2018, ketika itu korban masih duduk kelas 1 SMK.

Diungkapkan Misran, kasus ini mulai terjadi pada November 2018, ketika itu pelaku baru bangun tidur, kemudian pelaku tergiur melihat korban yang telah tumbuh gadis sedang membersihkan rumah.

Sementara, ibu korban tidak ada di rumah, ia bekerja sebagai pembantu di rumah majikannya.

BACA JUGA  Pura-pura Shalat, Pria di Riau Ini Curi Uang Rp5 Juta dari Kotak Infaq Mushala

Pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan, awalnya korban menolak, namun pelaku mengancam korban, hal ini membuat korban pasrah dan tak kuasa melawan pelaku yang sudah seperti orang kesurupan.

Hal ini terus dilakukan pelaku berkali-kali, bahkan tak terhitung. Sejak korban duduk di bangku kelas 1 SMK hingga Mei 2021, tepatnya bulan puasa lalu. Perbuatan yang melebihi binatang ini selalu dilakukan pelaku pada siang hari.

Sesekali, pelaku menyetubuhi korban ketika korban menutup warung angkringan milik pelaku.

“Jika korban menolak, maka pelaku marah besar dan mengamuk, bahkan adik-adik korban selalu menjadi sasaran amukan pelaku. Hal ini membuat korban terpaksa melayani nafsu bejat pelaku, karena korban sangat sayang adik-adiknya,” ucap Misran.

Terakhir, korban disetubuhi pelaku, 5 Mei 2021 pukul 14.00 WIB di rumahnya, padahal ketika itu bulan Ramadan, tapi tak membuat pelaku menyurutkan hasratnya.

Kasus ini mulai terungkap ketika ibu korban curiga dengan perubahan fisik anaknya karena sudah terlambat datang bulan, bahkan korban sering mual dan muntah.

Setelah ditanya ibunya, barulah korban menceritakan kejadian yang selama ini dialaminya.

BACA JUGA  Dua Pria Warga Riau Ini Simpan 6,32 Gram Sabu-sabu Diringkus Polisi

Bagai disambar petir siang hari, ibu korban langsung naik pitam dan Sabtu (5/6/2021), ibu korban datang ke Polres Inhu untuk melaporkan kejadian yang memalukan itu.

Namun, ketika ibu korban pergi ke Mapolres, pelaku tahu dan langsung melarikan diri sebelum ibu korban menyelesaikan laporannya ke polisi.

Tapi pelarian pelaku tak berlangsung lama, bahkan cara menangkap pelaku cukup unik, korban diminta polisi untuk menghubungi telepon seluler pelaku, mengatakan jika korban rindu dengan pelaku, layaknya anak baru gede yang kasmaran.

Hingga akhirnya, Sabtu (12/6/2021), pelaku bersedia menemui korban, tapi tidak di rumahnya, melainkan sebuah warung makan di Jalan Sultan Rengat.

Ternyata benar, pukul 15.00 WIB, pelaku tiba di warung itu dan duduk sambil menunggu korban.

Ketika itulah pelaku langsung diringkus tim yang sebelumnya telah mengintai dan menunggu di sekitar warung makan itu.

Tanpa perlawanan, pelaku diamankan dan mengakui semua perbuatan biadabnya.

“Sekarang tersangka sudah diamankan di Polres Inhu beserta barang bukti beberapa pakaian milik korban,” pungkas Misran.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here