Pekanbaru – Dijanjikan upah seharga mobil Toyota Avanza, dua kurir bersedia membawa narkotika jenis sabu-sabu seberar 19 kilogram (Kg).

Janji upah senilai Rp 150 juta tersebut disampaikan oleh seorang pengendali dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Bengkalis, Riau.

Seorang kurir, NH, mengatakan upah seharga mobil Toyota Avanza tersebut akan diberikan jika berhasil mengirimkan barang haram tersebut ke tujuan dikehendaki, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Sayangnya, sebelum meninggalkan Pulau Bengkalis, kedua kurir tersebut ditangkap anggota Polda Riau bersama Bea Cukai di Kecamatan Bantan, Bengkalis.

“Yang ini (upah) belum sempat diberi. Diberi Rp 150 juta kalau berhasil dikirimkan. Pengendali kami di Lapas Bengkalis,” tutur RH, Selasa (22/6/2021).

Selain RH, polisi juga menangkap pelaku lainnya, AM, di Jalan Lintas Kecamatan Bantan, Bengkalis.

BACA JUGA  Jual Sabu, Seorang Wanita Pemilik Warung Tuak di Riau Diamankan Polisi

RH mengakui ia sudah dua kali menjadi kurir barang haram tersebut.

RH kala itu mengenakan baju tahanan warna orange dengan tangan terborgol mengaku sudah melakukan dua kali.

Barang bukti diamankan dari kedua pelaku antara lain satu unit sepeda motor Yamaha NMax BM 6590 DAD, dua unit handphone serta dua kartu debit bank BNI diduga digunakan untuk proses pencarian upah pengantaran.

Sementara itu, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengatakan dari keduanya, RH dan AM, selain menyita 19 Kg sabu-sabu dari negeri jiran, Malaysia, Polisi dan Bea Cukai juga menyita 500 butit pil ekstasi.

“Kedua pelaku RH dan AM ini membawa narkoba menggunakan sepeda motor. Mereka hendak membawa barang haram itu ke Kota Pekanbaru terlebih dahulu (sebelum ke Lubuk Linggau, Sumsel),” ujar Irjen Pol Agung Setya.

BACA JUGA  Oknum Polisi Asal Sumbar Tembak Wanita Teman Kencan di Pekanbaru

Upaya penangkapan ini, tuturnya, menjadi penting bagi masyarakat dan aparat penegak hukum di saat bersama-sama berupaya memutus peredaran pada kampung-kampung narkoba di tempat lain.

“Dari kita ketahui, 19 kilogram sabu dan 500 butir pil esktasi ini adalah pesanan dari bandar di Lubuk Linggau,” jelas Irjen Agung.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, kedua pelaku hendak membawa sabu ini menuju Kota Pekanbaru terlebih dahulu, sebelum membawanya ke Sumsel dengan menggunakan sepeda motor.

“Upaya penangkapan ini menjadi penting bagi kita bersama karena kita berupaya untuk memutus peredaran di kampung-kampung narkoba di tempat lain,” jelasnya.

Saat ini kedua tersangka ditahan di Mapolda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here