Dumai – Terungkap sejumlah fakta hasil rekontruksi kasus suami bakar istri di Dumai, yang dilaksanakan di Mapolres Dumai, Rabu (7/7/2021)

Pelaku RS (22) sempat menggemparkan Kota Dumai dengan perbuatan sadisnya terhadap sang istri pada Selasa (8/12/2020).

Sedangkan korban bernama Risma.

Kasusnya bakal dilimpahkan ke kejaksaan pasca pelaksanaan reka adegan atau rekontruksi.

Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara ‎kota Dumai, kurang lebih tujuh bulan, RS akhirnya bisa mengikuti reka ulang kasus pembunuhan tersebut.

Rekontruksi pembunuhan sadis ini dilaksanakan di Mapolres Dumai, mengingat kondisi pelaku yang masih belum sehat sepenuhnya.

Hal itu juga untuk menghindari amukan massa di TKP, Jalan Sutan Hasanuddin.

RS terpaksa digantikan perannya oleh pemeran pengganti, namun RS tetap menyaksikan reka ulang adegan dari atas kursi roda.

Bahkan terlihat, pelaku yang kondisi masih belum sehat betul, menangis ‎menyaksikan setiap adegan-adegan pembunuhan sadis dilakukannya kepada istri.

Berdasarkan fakta-fakta dari reka ulang adegan pembunuhan sadis ini, terungkap bahwa Pelaku RS sudah berencana melakukan pembunuhan.

BACA JUGA  Sadis, Detik-detik Suami di Riau Bunuh Istri karena Minta Cerai, Dilakukan Saat Korban Tidur dengan Bayinya

Pelaku telah menyiapkan dua botol bensin dibelinya menggunakan uang sang Istri.

Tidak sampai disitu, setelah membeli bensin dua botol, pelaku membuat ‎bom molotof (botol kaca yang ada sumbunya) untuk dilemparkan ke warung istrinya.

Saat itu istrinya sedang tidur.

Setelah melempar botol yang berisikan bensin, pelaku malah menambah kobaran api dengan kembali menyiramkan bensin, membuat istrinya tewas terbakar di warungnya.

Seusai melancarkan aksinya, warga berdatangan ke lokasi.

Melihat hal tersebut, pelaku sempat ingin bunuh diri dan mati bersama di dalam warung yang sudah penuh dengan api.

Setelah masuk dan tak tahan panas serta sesak napas, pelaku kembali keluar dari dalam warung dengan kondisi terbakar.

Kasat Reskrim AKP Pajri mengungkapkan, bahwa kegiatan Reka adegan ini, untuk melengkapi berkas-berkas serta mencocokkan keterangan pelaku, sebelum diserahkan kepada Kejaksaan, atau tahap II.

“Ada 11 adegan di reka ulang atau rekonstruksi ini yang kita lakukukan, ‎agar tergambar jelas tindakan pelaku sebelum kita serahkan sepenuhnya berkas kepada kejaksaan,” katanya, Rabu (7/7/2021)

BACA JUGA  Polisi OTT 2 PNS di Riau Terlibat Pungli Pencairan Dana BLT UMKM

AKP Pajri menjelaskan, dari reka ulang ini, pelaku melakukan pembunuhan dengan cara membakar istrinya yang mana terlebih dahulu sudah ada perencanaan, dengan membeli minyak.

“Kita sangkakan dengan pasal 340 dengan acaman 20 tahun penjara,” sebutnya.

Sementara, ‎Jaksa Kejari Dumai, Priandi Firdaus mengungkapkan ‎bahwa pihaknya telah menyaksikan proses rekonstruksi atau reka ulang sebanyak 11 adegan.

Diakuinya bahwa jaksa menunggu berkas-berkas dan barang bukti yang nantinya akan dilanjutkan ke persidangan.

Namun dari reka adegan tersebut, ada beberapa keterangan yang harus ditambah dan dikoreksi sebelum tahap II.

‎Masih ditempat yang sama, Pelaku RS mengakui bahwa seluruh adegan reka ulang yang dilaksanakan tersebut, sama dengan perbuatan yang ia lakukan kepada Istrinya.

“Sama Bang, saya menyesal, saya tak tahu apa yang merasuki saya sehingga saya melakukan perbuatan keji itu,” pungkasnya, sambil meneteskan air mata.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here