Pekanbaru – Realisasi vaksinasi COVID-19 di Riau khusus untuk kategori umum dan lanjut usia (lansia) hari ini tercatat masih rendah. Penyebabnya banyak berita bohong (hoax) yang tersebar di masyarakat.

“Vaksinasi rendah salah satunya karena di masyarakat masih banyak informasi yang tidak benar, hoax,” terang Kabid Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Riau, Raja Hendra, kepada detikcom, Rabu (14/7/2021).

Diakui Hendra, banyak hoax yang membuat orang takut untuk divaksin. Terutama orang tua yang takut ikut vaksin dengan berbagai alasan seperti komorbid dan diabetes.

“Banyak orang tua takut vaksin karena ada hoax. Bilang tidak berani vaksin karena komorbid, padahal boleh atau tidak boleh vaksin adalah petugas medis menentukan,” kata Hendra.

Hendra kemudian mengatakan ada ribuan hoax diterima masyarakat lewat platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, YouTube, TikTok, dan Instagram.

BACA JUGA  Ini Tokoh yang Akan Divaksin Covid-19 di Inhil, Bupati dan Wabup Tak Termasuk

“Sebaran hoax vaksinasi COVID-19 periode 14 Juli tercatat ada 1.825 kasus. Ada dari Facebook 1.662 kasus, Twitter 96 kasus, 41 kasus di YouTube, 15 kasus dari TikTok, dan 11 di Instagram,” kata Hendra.

Selain vaksinasi, sebaran isu hoax COVID-19 juga mengalami peningkatan. Sebaran isu hoax mulai muncul sejak 23 Januari 2020 hingga 14 Juli 2021 dengan jumlah mencapai 3.170.

“Secara nasional tercatat ada 3.170 kasus hoax di Facebook, 547 kasus di Twitter, 49 hoax tersebar di YouTube dan 26 kasus di Instagram. Untuk yang penegakan hukum ada 113 kasus,” katanya.

“Kita terus sosialisasikan ke masyarakat jangan mudah percaya hoax, kita pakai beberapa platform untuk mencantumkan link berita hoax supaya dapat diketahui masyarakat,” katanya.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Riau pencapaian vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat umum terlihat masih rendah. Vaksinasi berjalan lancar untuk kalangan tenaga kesehatan (nakes).

BACA JUGA  Pagi Ini Jokowi Akan Disuntik Vaksin Covid-19 oleh Tim Dokter Kepresidenan

Dari target 32.923 orang nakes, ada 35.295 (107,2%) yang telah menerima vaksinasi dosis pertama dan 32.353 (98,3%) yang menerima vaksinasi dosis kedua.

Sementara dari sasaran 582.505 orang lansia, vaksinasi dosis pertama baru diikuti 52.772 orang (9,06%) dan vaksinasi dosis kedua sebesar 33.460 (5,74%).

Ada lagi pencapaian vaksinasi COVID-19 bagi pelayan publik dengan sasaran 349.418 orang. Tercatat vaksinasi dosis pertama sebesar 459.166 (131,41%) dan vaksinasi dosis kedua sebesar 265.418 (75,96%).

Sementara capaian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat umum dengan sasaran 3.452.440 orang. Vaksinasi dosis pertama sebesar 253.356 (7,34%) dan vaksinasi dosis kedua sebesar 125.349 (3,63%).

Terakhir pencapaian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat berumur 12-17 tahun dengan sasaran 648.190 orang. Saat ini vaksinasi dosis pertama sebesar 353 (0,05%).

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here