Kepulauan Meranti – Penangkapan Kapal Motor (KM) Doa Bunda II, diwarnai aksi kejar-kejaran dengan Kapal Pemburu Cepat (KPC) Lancang Kuning Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolair) Polda Riau.

Kapal tersebut diketahui membawa narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia serta barang-barang selundupan dari luar negeri.

“Kapal Pemburu Cepat (KPC) Lancang Kuning kejar-kejaran dengan kapal berbendera Malaysia membawa narkoba 3 bungkus seberat 3 Kg serta ratusan karung barang-barang selundupan luar negeri,” jelas Direktur Polairud Polda Riau, Kombes Pol Eko Irianto, Kamis (22/7/2021).

BACA JUGA  3 Pimpinan Cabang Bank di Riau Jadi Tersangka Pidana Perbankan

Dirpolairud Polda Riau, Kombes Eko Irianto, menjelaskan penangkapan kapal berbendera Malaysia tersebut berawal dari kecurigaan anggota Polairud Polda Riau yang berada di KPC Lancang Kuning, Bea Cukai Bengkalis serta Satpolair Polres Kepulauan Meranti.

Kapal berbendera Malaysia tersebut tidak menghidupkan lampu di lautan lepas saat berlayar.

Melihat kapal tak berlampu tersebut, KPC Lancang Kuning serta Tim Gabungan kemudian mengejar KM Doa Bunda II.

“Kapal kita tangkap di perairan Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kapten KM Doa Bunda II panik dan kabur dengan menerobos karang serta masuk ke hutan-hutan bakau di sana,” jelas Kombes Pol Eko Irianto.

BACA JUGA  Tergiur Upah Rp20 Juta, Nekad Simpan 17 Kg Sabu di Rumahnya, Pria di Riau Ini Dibekuk Polisi

Eko Irianto mengatakan, saat menerobos karang dan hutan bakau, kapten kapal serta ABK berhasil kabur dengan meninggalkan KM Doa Bunda II begitu saja.

“Saat kita temukan kapal berbendera Malaysia, mesin masih panas dan hidup. Di dalam kapal ditemukan paspor WNI C6731025,” pungkasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here