Indragiri Hilir – Seorang pria di Inhil lakukan pembunuhan berencana terhadap lelaki yang suka meminta foto istrinya lewat media sosial. 

Amarah JU (23) sepertinya sudah memuncak dan tidak terkendali lagi terhadap TA (24), seorang pria warga Desa Igal, Kecamatan Mandah.

JU yang juga merupakan warga Mandah di Desa Soraya Mandiri nekat melakukan pembunuhan berencana terhadap TA (24).

Pembunuhan berencana ini merupakan buntut dari kekesalan pelaku kepada korban yang sering mengganggu istrinya dengan meminta foto melalui pesan facebook.

Sat Reskrim Polres Inhil AKP Amru Abdullah melalui Paur Humas Ipda Esra menuturkan, atas dasar kekesalan tersebut pelaku merencanakan pembunuhan dengan mengajak korban bertemu di kebun kelapa (TKP).

BACA JUGA  Yayasan Qahal Minta Maaf, Proses Hukum Kasus Nasi Anjing Tetap Berjalan

“Sampai di TKP pelaku langsung membacok kepala belakang korban dengan parang yang mengakibatkan korban tewas seketika,” jelasnya.

Lebih lanjut Ipda Esra mengisahkan, pengungkapan pembunuhan berencana ini berawal pada Rabu lalu sekitar pukul 23.30 WIB.

Ketika itu warga melihat bercak darah di tepi jalan Desa Soraya Mandiri menuju kebun kelapa.

Namun ketika warga menelusuri bercak darah tersebut mereka mencium bau busuk yang berasal dari sebuah sumur.

Benar saja, warga menemukan mayat yang tertelungkup dengan kondisi luka terbuka di bagian kepala belakang dan robekan di bagian telinga kiri.

BACA JUGA  Mayat Pria di Riau Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan dengan Kaki, Tangan dan Leher Terikat

Atas kejadian itu warga melaporkan kepada Kades dan Bhabinkamtibmas Desa Soraya Mandiri Polsek Mandah.

“Hasil autopsi Rumah Sakit Bhayangkara pada 29 Juli 2021 disimpulkan bahwa korban inisial TA meninggal dunia akibat dibunuh,” beber Ipda Esra.

Sementara itu, JU yang merupakan pelaku pembunuhan berencana berhasil diamankan Satreskrim Polres Inhil, Jumat (30/7/21).

Pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku dikenakan pasal 338 Jo 340 KUH.Pidana dan diancam pidana maksimal lima belas penjara,” pungkasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here