Kuantan Singingi – Bikin emosi! Pengakuan mahasiswi di Riau yang buang bayi ke sumur bahwa ia mencekik bayinya hingga tewas karena malu baru nikah sudah punya anak.

Kepada penyidik dari kepolisian, mahasiswi di Riau yang merupakan wanita 20 tahun tersebut awalnya mengaku keguguran.

“Awalnya berbelit-belit pas diperiksa. Ngakunya keguguran,” kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK, MM melalui Kapolsek Singingi Iptu Koko Ferdinand SH, MH pada Tribunpekanbaru.com, Rabu (4/7/2021).

Namun hasil otopsi bayi yang dibuang ke sumur itu tidak mengatakan hal demikian seperti yang dikatakan sang mahasiswi.

Pihak kepolisian memang membawa mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ke RS Bhayangkara, Pekanbaru untuk keperluan otopsi.

Fakta dari hasil otopsi bayi itu, ditemukan memar di leher dan bibir sang bayi.

“Memar tersebut diperkirakan akibat benda tumpul,” kata AKBP Henky.

Setelah hasil otopsi bayi itu, NY pun mengakui perbuatannya pada penyidik.

Sang bayi dicekik dan dibekapnya.

Perbuatan keji tersebut dilakukan NY pada Sabtu Subuh (31/7/2021).

Sang Suami, DR yakni pria 25 tahun ternyata mengetahui yang dilakukan sang istri.

“Perbuatan NY atas suruhan dan sepengetahuan suaminya,” tegas AKBP Henky 

Pasangan suami istri warga Kuansing tersebut tinggal di Desa Sungai Kuning, Kecamatam Singingi.

Kronologi

Pada Sabtu Subuh tersebut, perut NY sakit.

Ia pun ke kamar mandi.

Tiba-tiba si jabang bayi langsung lahir.

Saat lahir, si bayi dalam kondisi hidup, karena menangis NY pun panik.

Apa penyebab NY dan DR sampai tega berbuat demikian ke sang anak?

Ternyata NY dan DR malu sudah punya anak padahal beberapa hari menikah.

Sebab keduanya baru menikah pada 29 Juli 2021 lalu.

Artinya, sehari setelah menikah, mahasiswi itu sudah melahirkan.

“Mereka malu ketahuan hamil duluan atau hamil di luar nikah ,” ujarnya.

Keduanya tinggal di belakang rumah orangtua NY, Sukanto dan Sukantri.

Bayi dibuang ke dalam sumur milik Sukanto dan Sukantri.

Nah, yang pertama menemukan mayat bayi dalam sumur tersebut yakni Sukantri yang tak lain nenek dari sang bayi.

Awal Kisah Hamil di Luar Nikah

Kisah hamil di luar nikah karena sering berhubungan intim saat Pacaran , seorang mahasiswi di Riau tega buang bayi yang dilahirkannya ke dalam sumur.

BACA JUGA  Dua Napi Melarikan Diri dari Lapas Bengkalis

Pacaran mendekatkan wanita dan pria kepada zina dan zina adalah dosa besar karena menghinakan kaum perempuan dan laki-laki, apalagi terjadi pacaran berujung hamil akibat zina tersebut seperti yang dialami seorang mahasiswi di Riau ini.

Ketika pacaran berujung hamil terjadi, maka wanita yang akan menanggung malu, malu karena hamil di luar nikah dan juga menanggung hinaan selama kehamilan dan itulah yang dialami seorang mahasiswi di Riau tepatnya di Kuantan Singingi atau Kuansing ini.

Kerap berzina saat masih berstatus Pacaran , membuat seorang mahasiswi di Riau berinisial NY (20) hamil dan pria yang menghamilinya adalah pacarnya berinisial DR (25).

Malu hamil di luar nikah, mereka berdua pun mencoba menggugurkan bayi yang ada dalam kandungan mahasiswi tersebut.

Namun nasib berkata lain, bayi itu tak kunjung bisa digugurkan hingga akhirnya mahasiswi dan pemuda berinisial DR itu dinikahkan.

Namun, tanpa diduga bayi itu lahir saat mahasiswi itu ke kamar mandi dan tanpa pikir panjang bayi itu dimasukan ke dalam sumur, sungguh tega.

Polsek Singingi kemudian mengamankan NY dan DR yang merupakan orangtua mayat bayi yang ditemukan di dalam sumur di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi itu.

Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan Senin pagi (2/8/2021).

“Orangtua mayat bayi tersebut sudah kita amankan. Baik sang ayah maupun ibunya,” kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK, MM melalui Kapolsek Singingi Iptu Koko F Sinuraya SH, MH, Selasa (3/8/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com Kapolsek Singingi Iptu Koko F Sinuraya menuturkan identitas dan status orangtua mayat bayi itu.

Sang ibu berinisial NY, 20 tahun, yang masih berstatus mahasiswi.

Sedangkan ayah sang bayi berinisial DR, 25 tahun.

Keduanya juga warga Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi.

“Kita sedang menyelidikan sejauh mana peran sang ayah,” katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara, pembuangan bayi dilakukan pada Sabtu (31/7/2021).

DR dan NY sendiri menikah pada 29 Juli 2021.

BACA JUGA  Minta Pisah karena Duga Suami Selingkuh, Wanita di Riau Ditebas Pakai Parang Hingga Tewas

Nah, bayi yang dibuang kedalam sumur tersebut hasil hubungan gelap sebelum keduanya menikah.

Sebelum menikah atau saat masih Pacaran , keduanya mengaku kerap berhubungan badan.

Sama-sama merasakan enak, hingga mereka lupa kalau keseringan berhubungan intim bisa hamil.

Alhasil, pada Februari 2021, NY hamil.

Upaya menggugurkan kandungan kerap dilakukan keduanya, namun gagal.

Akhirnya, keduanya pun dinikahkan pada 29 Juli 2021 lalu.

Baru beberapa hari menikah, pada Sabtu subuh (31/7/2021), sekitar pukul 00.30 WIB, perut NY sakit.

Ia pun pergi ke kamar mandi.

Setibanya di kamar mandi, janin bayi langsung keluar dari kandungan.

Takut ketahuan, pelaku NY membuang janin tersebut ke dalam sumur yang berada di belakang rumah.

Kronologi Penemuan Mayat Bayi

Mayat bayi yang ditemukan di dalam sumur di Desa Sungai Kuning, Kuansing, dibawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi.

“Kita otopsi ke RS Bhayangkara,” kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK, MM melalui Kapolsek Singingi Iptu Koko F Sinuraya SH, MH pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (3/8/2021).

Dikatakannya, penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut pada Senin (2/8/2021) sekitar pukul 08.30 wib.

Kala ditemukan, mayat bayi tersebut lengkap dengan ari-ari.

Sumur tersebut milik Sukanto.

Senin pagi itu, katanya, istri Sukanto, Sukandri menghidupkan air kran yang berada di dapur rumahnya.

Air kran tersebut berbui dan mengeluarkan aroma busuk.

Lalu Sukantri pergi ke kamar mandi belakang yang berada diluar rumahnya.

Di dalam kamar mandi tersebut ada sumur.

Kemudian Sukantri membuka tutup sumur yang terbuat dari papan.

Setelah dibuka, aroma busuk tercium dari dalam sumur.

Kemudian disenter ke dalam sumur dan melihat ada semacam boneka anak kecil telungkup.

Sukantri kembali ke rumahnya dan memberitahukan kepada suaminya, Sukanto mengenai temuannya tersebut.

Sukanto kemudian melihat ke dalam sumur dan ternyata benar.

Kemudian Sukanto menghubungi orangtuanya, Sukandar dan kemudian bersama-sama melakukan pengambilan yang diduga mayat bayi tersebut dengan menggunakan pengait kawat.

Setelah berhasil dikeluarkan, mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki lengkap dengan ari-ari yang masih melilit.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here