Pekanbaru – Gubernur Riau Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada karena COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Dia mengatakan ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

“Saya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi ini agar kita bisa lebih waspada karena varian delta sudah ditemukan di Riau,” kata Syamsuar seperti dilansir Antara, Kamis (12/8/2021).

“Dan enam orang yang terinfeksi varian delta tersebut, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, dan Bengkalis bahkan dua di antaranya sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Dia mengatakan, baru menyampaikan kabar tersebut karena hasilnya baru diketahui. Dia mengatakan pemeriksaan dilakukan di laboratorium Jakarta karena di Riau tidak bisa meneliti varian baru tersebut.

BACA JUGA  Hari Ini Kota Pekanbaru Nihil Pasien positif COVID-19 yang di Rawat

Syamsuar mengatakan saat ini bersama pihak terkait sedang mengupayakan untuk membeli alat yang bisa meneliti varian baru tersebut.

“Alat tersebut juga tidak ada di Riau sehingga harus dipesan dulu, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera tiba di Riau,” katanya.

Gubernur Riau terus mengingatkan agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Perketat Penyekatan

Kebijakan lain yang ditempuh Pemerintah Provinsi Riau adalah kembali melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau. Menurutnya, kasus COVID-19 di Riau banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

“Beberapa hari ini kita melihat ada tren kasus terdapat warga yang datang dari provinsi lain, dan jumlah kasus positifnya juga meningkat,” katanya.

BACA JUGA  Libur Imlek, Pemprov Riau Larang ASN Pergi ke Luar Kota

Setelah dilakukan identifikasi, lanjutnya, kasus tinggi di luar Riau datangnya dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut). Sementara pintu masuk melalui transportasi udara dari dua provinsi itu tidak ada.

“Makanya kami sudah buat kesimpulan untuk melakukan penyekatan-penyekatan kembali di daerah perbatasan provinsi, antara dengan Sumbar, Sumut dan juga dengan Jambi,” terangnya.

Dengan penyekatan itu diharapkan dapat mengurangi mobilisasi orang dari luar Riau, sehingga penularan COVID-19 di Riau dapat dikendali.

“Tadi sudah disepakati, dan masing-masing bupati yang daerahnya di perbatasan provinsi sudah siap untuk melaksanakan penyekatan, dan bahkan sudah ada bupati yang melaksanakan,” katanya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here