Kampar – Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (PPW) Riau Ir. Ichwanul Ihsan melakukan peletakan batu pertama Program Kegiatan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, Jum’at, (20/8/2021). 

Ichwanul Ihsan menyatakan bahwa, program Kotaku di Kampar tak terlepas dari dukungan dari Syahrul Aidi Ma’azat Anggota DPR RI yang terus berjuang untuk Kabupaten Kampar, melalui program Kotaku, yang selama ini hanya beberapa kota saja yang mendapatkan alokasi Kotaku, namun dengan perjuangan Anggota DPR RI Kampar memperoleh 4 Desa disamping 4 Kota di luar Kampar

“Kabupaten ada Total 288 ha kawasan Kumuh yang berada di 16 Titik , dari luasan tersebut ada yang menjadi kewenangan Pusat, Provinsi dan Kabupaten /Kota,” Tambah Ichwanul Ihsan. 

BACA JUGA  Demo Omnibus Law Pekanbaru Rusuh, Puluhan Mahasiswa Luka-Luka dan Pingsan

Kemudian ia juga menyampaikan, Kabupaten Kampar sangat istimewa, banyak program Kementerian PUPR yang dialokasikan di Kabupaten Kampar, ini tak terlepas dari dukungan dan support yang luar biasa dari anggota DPR-RI Syahtul Aidi Ma’azat Lc.MA. Patut kita berterima kasih atas perjuangan beliau. 

“Kedepan ada beberapa titik yang akan kita lakukan dengan program yang sama dan skala prioritas namun dengan sumber dana yang berbeda, komitmen ini terus di perjuangkan oleh Komisi V khususnya bapak Syahrul Aidi Maazat, “ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Syahrul Aidi Ma’azat Lc.MA mengatakan, kegiatan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), memiliki target yakni bagaimana menghilangkan Kumuh di Kota Kita 

BACA JUGA  Bantuan Sembako Pemko Pekanbaru untuk Masyarakat Berasal dari Baznas?

“Di tahun ini ada 4 Lokasi atau 4 Desa di Kabupaten Kampar yakni Kelurahan Langgini, Kelurahan Air Tiris, Desa Tarai Bangun dan Desa Kubang Jaya,”ungkapnya 

Ia juga menjelaskan, program ini dimulai dari Kita yang mengajukan ke Kementerian agar program ini dapat karena ini sesuai dengan Surat Keterangan Bupati Kampar yang masuk ke kawasan Kumuh dan rawan banjir, Alhamdulilah ini dapat kita Laksnakan di Kabupaten Kampar, dengan System Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) . 

“Mudah-mudahan dengan program ini bisa menghilangkan kekumuhan di beberapa wilayah kota, selain itu yang sangat penting adalah program ini berbasis Masyarakat, dimana pekerjaan ini tidak melibatkan pihak ketiga melainkan dikerjakan langsung oleh masyarakat di Desa tersebut,” terangnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here