Pekanbaru – Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengingatkan pasien COVID-19 terutama yang menjalani isolasi mandiri dirumah untuk mewaspadai badai sitokin. Meskipun badai sitokin telah lama ditemukan di Riau, namun belakangan ini badai ini baru menjadi perbincangan masyarakat.

“Pasien COVID-19 meninggal dunia di Riau banyak akibat badai sitokin, untuk itu masyarakat perlu waspada,” kata dr Yovi, Minggu (22/8/21).

Dijelaskan dr Yovi, memang tidak semua pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin meninggal dunia. Karena kematian akibat badai sitokin tersebut bisa diantisipasi jika pasien langsung diberikan penangangan medis sebelum kondisinya memburuk.

BACA JUGA  Melejit lagi, Penambahan 64 Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Riau

“Ada juga yang pulih dari ICU setelah melewati badai sitokin, itu karena cepat mendapatkan pertolongan medis sebelum kondisinya memburuk. Jadi pasien COVID-19 yang isolasi dirumah jika sudah mulai merasa nafasnya sesak, saturasi dibawah 93, frekuensi nafas 22 kali permenit, jika sudah ada tanda-tanda seperti itu cepat kerumah sakit,” sebutnya.

Untuk diketahui, badai sitokin merupakan salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh penderita COVID-19. Kondisi ini perlu diwaspadai dan perlu ditangani secara intensif, bila dibiarkan tanpa penanganan, badai sitokin dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga menyebabkan kematian.

BACA JUGA  Melonjak 71 Kasus Positif Covid-19 di Riau, Kadiskes: Ikuti Protokol Kesehatan

Sitokin merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

Namun, jika diproduksi secara berlebihan, sitokin justru dapat menyebabkan kerusakan di dalam tubuh. Inilah yang disebut sebagai badai sitokin. 

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here