Indragiri Hulu – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau melepasliarkan dua ekor gajah sumatera Elephas maximus sumatranus ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Dua gajah tersebut bernama Kaesang dan Dodo.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen Siregar. Dijelaskannya, proses evakuasi itu berjalan selama tiga hari, yakni 18-20 Agustus 2021 dengan koordinasi antara BBKSDA, Balai TNTN, Polsek Peranap, Koramil 05 Peranap, aparat Kecamatan Peranap, Yayasan TNTN, PT.Rimba Peranap Indah (PT. RPI), PT. Rimba Lazuardi (PT. RLZ) dan PT. Bintang Riau Sejahtera (PT. BRS).

Evakuasi dan translokasi Gajah Sumatera di Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu, ini dilakukan karena kedua satwa berjenis kelamin jantan itu telah merusak kebun warga di sekitar Kecamatan Peranap tepatnya di Kelurahan Peranap dan Desa Semelinang Darat selama kurang lebih 1 (satu) bulan.

Selain itu, tim juga menemukan adanya beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi.

BACA JUGA  Serap Aspirasi Masyarakat, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani Buka Rumah Aspirasi

Tim akhirnya melakukan penggiringan melalui gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG). Sebagai informasi, tim sudah memiliki tiga ekor gajah latih bernama Bankin, Indah, dan Yopi.

Koordinasi dan sosialisasi kegiatan kepada pihak pemerintah daerah maupun aparat setempat pun sudah dilakukan, termasuk kepada Camat Peranap, Lurah Peranap, Kades Semelinang Darat, Baturijal, Kapolsek Peranap, Danramil 05 Peranap serta tokoh masyarakat.

Setelah semua terkoordinasi dengan baik, tim selanjutnya melakukan briefing dan dipimpin langsung oleh Hansen di posko tim, yakni rumah dinas Camat Peranap. Kamis dini hari, tepatnya pukul 02.30 WIB, tim medis dan tim evakuasi bersama gajah latih tiba di lokasi.

Gajah latih ditempatkan di kebun masyarakat yang telah disepakati. Tim memastikan keamanan baik dari sisi pelaksanaan maupun akses jalan menuju translokasi.

“Pukul 18.00 WIB, gajah liar mendekati dan makan bersama dengan gajah latih. Tim akhirnya memutuskan segera dilakukan tindakan evakuasi,” ujar Hansen, Minggu (22/8/2021).

BACA JUGA  Covid-19 Menginfeksi Bayi Berumur Dua Tahun di Dumai

Tindakan evakuasi dilakukan pada pukul 20.00 WIB, berselang empat jam kemudian, dua gajah liar berhasil ditangkap. Dan pukul 04.00 WIB, kedua gajah tersebut berhasil dinaikkan ke dalam mobil angkut. Selanjutnya, gajah dibawa ke TNTN.

“Pukul 09.00 wib, gajah latih dan gajah liar tiba di lokasi pelepasliaran. Lokasi ini berada di perbatasan antara konsesi PT. RPI/PT. RLZ dan kawasan TNTN.

Gajah liar berhasil dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong Gajah yang ada di Provinsi Riau,” terang Hansen.

Hansen mengucapkan terimakasih kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkhis terhadap satwa Gajah Sumatera,” tutupnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here