Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus menggesa percepatan capaian vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat.

Hal ini dilakukan agar herd imunity atau kekebalan kelompok bisa dicapai sesuai dengan target dan arahan pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliana Nazir menyampaikan, saat ini masyarakat Riau dapat memperoleh vaksin jenis Moderna.

Dia menjelaskan, syarat agar warga dapat disuntik vaksin jenis Moderna, yakni warga belum menerima suntik dosis vaksin sama sekali.

“Sesuai dengan petunjuk Kementerian Kesehatan, vaksin Moderna sudah bisa diberikan. Di mana (vaksin) Moderna untuk masyarakat dengan syarat, masyarakat belum sama sekali divaksin,” ungkap Mimi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (25/8/2021).

Selain vaksin jenis Moderna, Provinsi Riau sebelumnya telah menerima lima jenis vaksin dari Pemerintah Pusat.

“Provinsi Riau sendiri sudah mendapatkan tiga jenis merek vaksin untuk masyarakat, yaitu ada Sinovac, Moderna, dan Astrazeneca. Kemudian, untuk vaksin gotong royong, yaitu ada Sinopharm,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pekan Depan Nakes di Meranti Riau Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

“Kita juga sudah mendapatkan distribusi dari pusat untuk Moderna dan Astrazeneca. Pertama Moderna untuk booster khusus tenaga kesehatan,” tambah Mimi.

600 nakes terima vaksin dosis ketiga Penyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster jenis Moderna bagi tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau terus berlanjut.

Hingga saat ini, total sudah lebih 600 petugas sumber daya manusia (SDM) di RSUD Arifin Ahmad yang sudah menerima vaksin booster.

“Sudah jalan sekitar 600 orang. Itu seluruh SDM rumah sakit, tidak hanya nakes. Karena, semua SDM rumah sakit kita kan melayani pasien, tentu mereka harus kita jaga,” kata Direktur Utama RSUD Arifin Ahmad, dr Nuzelly Husnedi, Rabu.

Nuzelly menegaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi SDM rumah sakit di RSUD Arifin Ahmad setiap harinya terus berjalan.

BACA JUGA  Pengamat Pariwisata Riau: Vaksinasi untuk Masyarakat Bisa Dilakukan di Tempat Wisata

Adapun vaksinasi dosis ketiga ini memang dilakukan secara bertahap.

Selain untuk mengatur jadwal agar tidak terjadi antrian dan kerumunan, pengaturan jadwal vaksin booster ini juga untuk menjaga vaksin tetap terpakai serta mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Jadi, kita buat per grup-grup, kita lakukan secara efisien dan efektif supaya vaksin tidak terbuang, karena vaksin kan susah kita dapatkan,” kata Nuzelly.

Dalam satu hari, kata dia, setidaknya ada 50 sampai 60 pegawai dan di RSUD Arifin Ahmad yang menjalani vaksinasi tahap ketiga.

“Karena paham betul ada KIPI di sini, jadi kita harus atur. Kalau semua divaksin dan ada KIPI misalnya demam atau tidak enak badan kan bisa menganggu pelayanan di rumah, makanya kita atur sedemikian rupaya supaya pelayanan tetap berjalan, vaksinasi juga berjalan,” kata Nuzelly.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here