Bengkalis – Tiga perambah hutan di dalam kawasan Cagar Biosfer SM Giam Siak Kecil di Bengkalis, Riau, ditangkap. Ketiga pelaku yang diketahui pekerja ditangkap saat tengah menggarap 200 hektare Cagar Biosfer.

Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau Hartono menyebut pelaku ditangkap dalam operasi gabungan. Operasi digelar tiga hari, pada 24-26 Agustus, yang melibatkan BKSDA Riau, Balai Gakkum Wilayah Sumatera Wilayah II, Ditkrimsus Polda Riau, dan TNI.

“Operasi gabungan dilakukan tiga hari. Sejak 24 Agustus dini hari di kawasan SM Giam Siak Kecil. Tiga orang kita amankan,” ucap Hartono, Jumat (27/8/2021).

Hartono mengatakan, setelah Tim Resor Duri melaporkan kepada patroli pengamanan kawasan, ditemukan adanya aktivitas ilegal. Aktivitas itu adalah pembuatan kanal dan pembukaan lahan pakai alat berat.

BACA JUGA  Pencuri di Pekanbaru Tewas Diamuk Massa Usai Tikam 3 Warga

“Terhadap aktivitas ini, Balai BKSDA Riau lewat Bidang Wilayah II telah melakukan upaya pencegahan dengan memberikan peringatan. Termasuk memasang rambu kawasan dan peringatan untuk tidak ada aktivitas apa pun di dalam kawasan,” kata Hartono.

Selanjutnya terpantau aktivitas buka lahan di dalam SM Giam Siak Kecil pada Selasa (27/9). Keesokan harinya, Balai BKSDA Riau, Balai Gakkum LHK, Ditkrimsus Polda Riau, dan TNI dengan kekuatan sekitar 40 orang melakukan operasi gabungan.

Hasil operasi ditemukan dua unit alat berat merek Hitachi dan satu orang berinisial SB, yang mengaku sebagai penyewa alat. Juga dua orang buruh kebun berinisial T dan P.

BACA JUGA  Perwira Polisi di Riau Tewas Usai Ditangkap Satgas Antinarkoba, Sabu Disita

“T dan P ini sedang menyemprot. Diduga mereka tahu pergerakan alat di TKP, yang merupakan kawasan SM Giam Siak Kecil,” katanya.

Pada Kamis (26/8), barang bukti dan pelaku dilimpahkan ke Balai Gakkum LHK, termasuk tiga pelaku yang diamankan ke Balai Besar KSDA Riau.

“Untuk selanjutnya proses penyidikan terkait tipihut dilakukan oleh PPNS Balai Gakkum. Luas lahan yang sudah terlihat dirambah sekitar 200 hektare. Sementara itu, pelaku utama atau pemodal masih kami dalami,” katanya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here