Siak – Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto memastikan remaja yang tewas di Sungai Belat, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak benar diterkam harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Kepastian itu disampaikannya berdasarkan olah TKP yang dilakukan pada Senin (30/8/2021) kemarin.

“Ya benar, berdasarkan olah TKP yang kami lakukan, hasilnya korban memang diterkam harimau,” kata AKBP Gunar Rahadyanto kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (1/9/2021).

Bagian tubuh korban yang hilang juga sudah ditemukan tidak jauh dari TKP.

Bagian tubuh yang hilang yang berhasil ditemukan tersebut tinggal tulang tengkorak saja.

“Penemuan bagian tubuh korban yang hilang hanya sekitar 15 meter dari jasad pertama ditemukan,” kata dia.

Alasan lain yang menguatkan korban diterkam harimau adalah ditemukannya jejak kaki harimau di sekitar lokasi.

Teka-teki dan kecurigaan pada peristiwa menggemparkan itu terjawab sudah sesuai keterangan Kapolres Siak.

BACA JUGA  Heroik! Security Hotel di Riau Cegah Ibu-ibu Lompat dari Atas Fly Over

Bagian tubuh yang ditemukan tersebut saat ini dibawa ke Mapolres Siak.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang remaja 13 tahun di Sungai Belat, Kampung Teluk Lanus tewas secara tak wajar.

Dua bagian di tubuhnya hilang saat jasad korban ditemukan pertama kali.

Masyarakat di lokasi menduga kalau korban dimangsa harimau Sumatra.

Kejadian itu berawal saat korban pergi ke jembatan pelabuhan di Sungai Belat, Minggu (29/8/2021) pukul 18.00 WIB.

Korban pergi ke lokasi itu mencari jaringan internet bersama warga lainnya.

Sebelum berangkat ia minta izin kepada bapaknya, Rustam yang saat itu sedang memperbaiki mesin genset.

“Setelah warga lain pulang saat sudah gelap, korban tidak terlihat ikut pulang. Lalu bapaknya menyusul ke jembatan tersebut dan ditemukan hanya ponsel korban dan bercak darah,” kata Ridwansyah alias Dedek, karyawan PT Uniseraya yang tinggal bersama keluarga korban di camp perusahaan Sungai Belat itu.

BACA JUGA  Heboh Penemuan Mayat Perempuan di Kebun Sawit Riau, Diduga Dibunuh

Setelah bapak korban meminta bantuan ke warga di camp itu, maka dilakukan pencarian terhadap korban.

Tidak jauh dari penemuan ponsel korban, ditemukan pula jasad korban yang tinggal bagian badan, kaki dan tangan.

“Keluarga korban dan kami pun histeris malam itu. Lalu jasad korban dievakuasi, dan malam itu juga diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Nias,” kata dia.

Seluruh pekerja yang tinggal di camp Sungai Belat itu ketakutan.

Mereka meninggalkan camp dan pulang ke permukiman Desa Teluk Lanus, berjarak 2 jam perjalanan laut dari lokasi Sungai Belat.

“Kami trauma dengan kejadian itu, kami berharap agar ada pengamanan agar kami bisa balik ke camp untuk bekerja,” kata Dedek.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here