Indragiri Hulu – Usai melahirkan bayi yang tidak jelas siapa bapaknya, seorang siswi di Inhu membuang bayinya di jalan.

Jika pepatah mengatakan kasih sayang seorang ibu sepanjang jalan nampaknya tak berlaku bagi pelajar berusia 18 tahun ini.

Tak hanya membuang begitu saja, bayi itu bahkan disumpal mulutnya dengan kain, duh kok tega.

Hingga akhirnya sang bayi ditemukan warga dalam kondisi mengeanskan dan kini dirawat di rumah sakit.

Ibu pembuang darah dagingnya itupun berhasil dilacak polisi.

Ternyata masih berusia belia dan kondisinya lemah usai melahirkan.

Kini, kasus pembuang bayi yang baru dilahirkan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memasuki cerita baru.

Setelah aparat Kepolisian meringkus ibu kandung bayi tersebut, selanjutnya polisi masih berupaya mengungkap siapa bapak si bayi malang tersebut.

Meski sang ibu menyebutkan sejumlah nama pria, belum diketahui pasti siapa yang telah membuatnya hamil hingga melahirkan di luar nikah.

Tribunpekanbaru.com melakukan konformasi dengan Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso melalui Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran.

Misran mengungkapkan, perempuan pelaku pembuang bayi berinisial YS (18).

Ia berstatus pelajar dan merupakan warga Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu.

BACA JUGA  Polda Riau Ungkap Penipuan Sembako Rp3,7 Miliar, Pelaku Karyawan Toko

Misran menerangkan kronologis pengungkapan perkara pembuangan bayi tak berdosa itu.

Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Afgan (10) seorang pelajar SD yang baru pulang sekolah, Sabtu (4/9/2021) pukul 10.00 WIB di jalan setapak menuju rumahnya.

“Saat itu Afgan baru turun dari sepeda motor yang dikendarai Nur Fitriani (27), tukang ojek yang selalu antar jemput Afgan ke sekolahnya,” kata Misran.

Seperti biasa Afgan turun di simpang jalan setapak menuju rumahnya, kemudian berjalan kaki.

Setelah beberapa meter berjalan kaki, Afgan terkejut melihat sosok bayi tergeletak di pinggir jalan setepak dengan mulut disumpal kain.

Melihat hal ini, Argan berlari menuju jalan raya dan mengejar Nur Fitriani kemudian menyampaikan temuan bayi itu.

Nur Fitriani dan Afgan kembali menuju jalan setapak, kemudian mengambil bayi dan membuka mulut yang tersumpal kain.

Nur Fitriani lalu membawa bayi itu pulang ,dimandikan dan dipasang pakaian.

Setelah itu, Nur Fitriani mendatangi rumah Ketua RT setempat dan anggota Bhabinkamtibmas guna menyampaikan temuan bayi itu.

Selanjutnya, bayi tersebut dibawa ke RSUD Indrasari Rengat di Kelurahan Pematang Reba untuk mendapatkan perawatan medis.

Sedangkan Nur Fitriani langsung menuju Polsek Seberida melaporkan temuan bayi itu.

BACA JUGA  Langgar Prokes, Satpol PP Amankan 8 Pemuda di Riau Pesta Miras di Tempat Umum

Setelah menerima laporan Nur Fitriani, Kapolsek Seberida, Kompol Hendri Suparto menginstruksikan unit Reskrim untuk turun ke lapangan guna melakukan penyelidikan.

Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 15.30 WIB penyelidikan membuahkan hasil.

YS salah seorang pelajar yang selama ini terlihat tidak lazim, dengan kondisi perut membesar, namun setelah temuan bayi itu, perutnya mengecil.

Tim bersama Ketua RT, anggota Bhabinkamtibmas dan bidan desa segera menuju rumah YS kemudian mengecek kondisi YS secara medis.

Benar saja, setelah di interogasi, YS mengaku baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, namun karena malu dan takut ketahuan orang tua, YS membuang bayi tersebut di jalan setapak wilayah RT 037 RW 10 Dusun Sungai Arang.

Setelah bidan mengecek kondisi YS pasca melahirkan, selanjutnya tim mengamankan YS untuk proses selanjutnya.

Sekarang YS beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Seberida.

Misran juga mengtakan pihaknya masih mendalami keterangan YS terkait pembuang bayi tersebut.

“Kita masih mendalami keterangan YS, terkait siapa bapaknya,” kata Misran.

Misran mengungkapkan ada beberapa nama yang disebut YS, namun pihaknya masih harus mendalami keterangan pelaku tersebut.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here