Kampar – “Astagfirullah! Apa yang kau lakukan sama anakku yang kurang berakal? Apa kurangnya aku sama kamu,” jerit istri yang pergoki suami barunya gagahi putri yang tuna grahita.

LN tak habis pikir kelakuan suaminya yang menodai anaknya penyandang tuna grahita, padahal dia sudah berusaha melayani sang suami dengan baik.

Masa depan anak gadisnya yang berusia 16 tahun hancur seketika akibat ulah bejat sang ayah tiri.

Gadis remaja penyandang tuna grahita itu berinisial SA.

Dia tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya di Dusun II Sungai Putih Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Ayah tiri berinisial AH, 54 tahun kini mendekam di balik jeruji besi di ruang tahanan Kepolisian Sektor Tambang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Polsek Tambang, Iptu Mardani Tohenes menuturkan kronologi kejadian memilukan itu.

AH ditangkap pada Senin (6/9/2021) karena melakukan perbuatan tak senonoh pada anak tirinya.

Mirisnya AH dilaporkan istrinya yang juga ibu kandung korban. Bukan tahu dari orang lain, sang istri melihat sendiri perbuatan bejat tersangka kepada anaknya.

BACA JUGA  Ritual Buka Aura, Taktik Licik Dukun di Riau Rampok Wanita Paruh Baya, Ini Faktanya

LN, ibu korban melaporkan suaminya ke polisi berselang dua hari setelah perbuatan bejat AH yang menodai putrinya.

LN memergoki suaminya sedang menggahi putrinya yang merupakan penyandang tuna grahita pada Sabtu (4/9/2021) malam.

Iptu Mardani menjelaskan, pada Sabtu malam pukul 21.00 WIB itu, LN bangun dari tidurnya untuk menunaikan Salat Isya.

LN lalu menuju bagian belakang rumah untuk mengambil wudhu.

Alangkah kagetnya LN melihat apa yang sedang terjadi di kamar belakang.

LN melihat dengan mata kepalanya sendiri, suaminya sedang berhubungan badan dengan anak di bawah umur itu.

LN yang memergoki perbuatan suaminya itu langsung menjerit, “Astagfirullah! Apa yang kau lakukan sama anakku yang kurang berakal ini? Apa kurangnya aku sama kamu?”

AH hanya terdiam usai perbuatannya dipergoki sang istri.

Iptu Mardani mengatakan, dari keterangan yang didapat, SA adalah remaja tuna grahita atau cacat mental.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Perampok Mesin ATM di Rohul Riau, Uang Dilarikan Hingga Rp 755 Juta

“Katanya demikian,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com membenarkan SA penyandang tuna grahita, Selasa (7/9/2021).

LN langsung mengusir AH dari rumah itu. LN juga langsung melaporkan suaminya ke Polsek Tambang. Mardani memerintahkan Unit Reskrim untuk menindaklanjuti laporan itu.

Setelah melakukan penyelidikan, AH pun ditangkap setelah Tim Unit Reskrim mendapat informasi bahwa AH berada di rumah orangtuanya di Dusun I dalam desa yang sama.

Penangkapan dipimpin oleh Kepala Unit Reskrim, Ipda. Melvin Sinaga.

AH digelandang ke Mapolsek Tambang dan dijebloskan ke penjara.

Akibat perbuatannya itu AH disangkakan dengan Pasal 81 Ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016.

Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Mardani menyebutkan, kini AH sudah ditahan dan akan menjalani proses hukum yang berlaku di Indonesia.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here