Pekanbaru – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Riau, menyatakan, vaksinasi Covid-19 tidak menjadi syarat bagi siswa untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah.

Siswa masih bisa mengikuti belajar tatap muka meski belum disuntik vaksin.

Namun, dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas menyebutkan, meski tidak menjadi syarat dalam belajar tatap muka, pihaknya terus mendorong untuk percepatan vaksinasi pada kelompok pelajar.

“Siswa tetap kita vaksin. Tapi, masuk (sekolah) tidak nunggu divaksin,” kata Ismardi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, vaksinasi kelompok pelajar saat ini masih berlangsung. Sejauh ini, kata Ismardi, sudah ada sekitar 4.000 siswa yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Sementara total siswa yang wajib vaksinasi mencapai 32.000 siswa.

BACA JUGA  Tampan Jadi Kecamatan Tertinggi Sebaran Kasus Covid-19 Di Kota Pekanbaru

Ribuan siswa ini terdiri dari sekolah negeri dan swasta. Ismardi menyatakan, capaian vaksinasi bagi kelompok pelajar masih rendah akibat keterbatasan dosis vaksin.

“Baru 4.000 siswa yang sudah divaksin. Masih banyak yang belum vaksin. Yang baru vaksin ini kan yang (sekolah) negeri,” kata Ismardi.

Sementara itu, dia mengatakan, belajar tatap muka dilaksanakan di Kota Pekanbaru berlaku setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 turun ke level tiga.

Kini, Kota Pekanbaru telah turun status menjadi PPKM level 3.

Ismardi menyampaikan, seluruh sekolah tatap muka diizinkan buka kembali dengan standar prokes yang ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kalau sudah level tiga, dua atau tiga hari ke depan belajar tatap muka diperbolehkan,” Pihaknya akan menyeleksi sekolah mana saja yang bisa buka selama pemberlakuan PPKM level 3.

BACA JUGA  Riau Kembali Berlakukan Penyekatan di Perbatasan Provinsi

“Mana (sekolah) yang sudah sesuai standar prokes itu yang kita buka. Kita buka bertahap, seperti SD dan SMP,” jelas Ismardi.

Dia meminta pihak sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana prokes.

Seperti menyediakan alat pencuci tangan, pengukur suhu tubuh, dan mengatur tempat duduk siswa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliana Nazir mengatakan, penurunan status level PPKM di Pekanbaru tetap berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Alhamdulillah, status level 4 di Riau sudah turun, terutama Kota Pekanbaru jadi level 3. Ini setelah melihat penurunan kasus harian positif Covid-19 di Riau,” ungkapnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here