Siak – Harimau Sumatera berjenis kelamin betina yang diduga menerkam remaja 16 tahun di Siak, Riau ditangkap. Harimau ditangkap setelah masuk perangkap, sekitar 50 meter dari titik penemuan mayat korban dan ada luka bekas jeratan.

“(Harimau ditemukan terperangkap) Pada Rabu (8/9) sekitar pukul 18.30 WIB, ba’da maghrib. Tim di lapangan mendengar suara pintu kandang jebak tertutup. Mengingat kondisi sudah gelap, tim memutuskan untuk melakukan pengecekan pada pagi harinya,” kata Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono, Jumat (10/9/2021).

Keesokan harinya, tim monitoring BKSDA bergegas menuju ke tempat pemasangan kandang jebak. Benar saja, seekor Harimau Sumatera betina sudah masuk dalam perangkap.

BACA JUGA  Pergi Nyetrum Ikan, Pria di Pekanbaru Riau Malah Tersengat Listrik Sampai Tewas

“Besok harinya sekitar pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengecekan terhadap kandang jebak yang dipasang sekitar 50 meter dari jasad korban ditemukan. Seekor Harimau Sumatera telah masuk ke dalam kandang jebak,” jelas Hartono.

Melihat kucing hutan jumbo sudah masuk perangkap, tim langsung membius untuk dievakuasi. Selanjutnya harimau dipindah ke kandang angkut untuk diobservasi tim medis.

Hasil observasi awal, harimau betina yang diperkirakan berusia sekitar 3 tahun dan dalam kondisi luka. Ditemukan luka bekas jeratan pada kaki depan sebalah kanan dan telah bengkak.

BACA JUGA  Jamaah Salat Tarawih di Riau Ini Meninggal Saat Sujud Terakhir Salat Tarawih

“Berdasarkan hasil observasi tim medis di lapangan. Diketahui fakta bahwa terdapat luka jeratan di kaki depan kanan dengan kondisi luka jerat yang telah mengalami pembengkakan. Bahkan terdapat nyaris (belatung) dan pembusukan jaringan,” kata Hartono.

Selanjutnya Harimau dilakukan observasi dan pengobatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya, Sumatera Barat. Balai Besar KSDA Riau krmbali mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun.

“Pemasangan jerat dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi. Saya juga minta para pemegang konsesi aktif melakukan pembersihan jerat di wilayah konsesinya,” kata Hartono.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini