Pekanbaru – Pengguna jasa layanan parkir di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru mulai menerapkan bayar parkir secara non tunai.

Tahap awal menggunakan QRIS yang merupakan satu teknologi pembayaran lewat QR Code.

Masyarakat bisa membayar jasa layanan parkir lewat smatphone atau gawainya. Mereka dapat menggunakan pembayaran yang punya teknologi SCAN QR code.

Ada sejumlah perbankan sudah menerapkan pembayaran lewat QR code. Masyarakat juga bisa menggunakan LinkAja, Go-Pay, OVO, ataupun Dana.

Para juru parkir nantinya memiliki QR code untuk pembayaran jasa layanan parkir. Pengguna jasa layanan cukup melakukan scan QR untuk pembayaran nantinya.

Proses uji coba dilakukan di depan parkiran Pasar Buah Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Minggu (19/9/2021). Tim Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama perbankan dan PT.Yabisa Sukses Mandiri melihat langsung proses uji coba.

BACA JUGA  Kecelakaan Tunggal di Tol Pekanbaru-Dumai di Hari Pertama Pemberlakuan Tarif

Mereka melakukan scan QR Code yang dimiliki juru parkir. Dana tersebut langsung masuk ke rekening bank pengumpul jasa layanan parkir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso menyebut bahwa pembayaran non tunai adalah bentuk penerapan teknologi. Ia menyebut bahwa pembayaran lewat QR code ini menjadi pilihan bagi pengguna jasa layanan parkir.

“Penguna layanan baik roda dua atau roda empat cukup scan QR code yang dikalungi para juru parkir,” terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu siang.

Menurutnya, masyarakat bisa menggunakan aplikasi pembayaran lewat QR Code.

Mereka juga bisa aplikasi dari sejumlah perbankan yang mendukung pembayaran lewat QR Code.

Yuliarso mengatakan bahwa masyarakat sudah bisa memakai layanan pembayaran parkir secara non tunai. Ia menyebut bahwa untuk tahap pertama penerapan pembayaran parkir non tunai berlangsung di sepanjang Jalan Jendral Sudirman.

BACA JUGA  Parkir Kendaraan di Indomaret dan Alfamart di Pekanbaru Sekarang Berbayar

Total ada 90 titik pembayaran jasa layanan parkir secara QR code di sepanjang Jalan Jendral Sudirman. Pihaknya bersama rekanan juga segera menerapkan pembayaran lewat e money.

Para juru parkir nantinya memiliki mesin EDC atau electronic data capture. Masyarakat bisa membayarkannya dengan e money dari perbankan.

Mereka pun melakukan persiapan jelang penerapan bayar parkir secara non tunai pada 1 Oktober 2021 mendatang. Pembayaran parkir secara non tunai ini hanya pilihan.

Masyarakat masih bisa melakukan pembayaran parkir secara tunai. Petugas nantinya memberikan karcis parkir.

“Kita tetap tampung pembayaran yang tunai, secara perlahan kita sosialisasikan ke masyarakat,” jelasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here