Pekanbaru – Atlet parabadminton Leani Ratri Oktila pulang ke kampung halamannya di Provinsi Riau pada Minggu (19/9/2021).

Peraih dua medali emas dan satu medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020 itu tiba di Kota Pekanbaru bersama atlet renang Suci Indriani.

Leani dan Suci disambut Gubernur Riau Syamsuar dan Wakilnya Edy Natar Nasution serta pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) lainnya di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Khusus Leani, ia disambut tangis bahagia oleh ayah dan ibunya, F Mujiran dan Gina Oktila.

Atlet parabadminton asal Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau, ini langsung mencium kaki ayah dan ibunya.

Setelah itu, Leani dan juga Suci diarak menuju Balai Serindit Gedung Daerah Riau di Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru.

Pemerintah Provinsi Riau memberikan perhatian khusus kepada Leani. Adalah bonus uang Rp 1 miliar yang diserahkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Bonus itu merupakan apresiasi Pemprov Riau atas keberhasilan Leani meraih dua medali emas dan satu medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020.

“Kami menyambut dengan senang hati dan bangga sekali atas prestasi yang ditampilkan Leani di Tokyo. Leani telah membuat Riau bangga,” ucap Gubernur Riau Syamsuar, Minggu.

Syamsuar berharap, bonus yang diberikan dapat menjadi penggenjot semangat dalam meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA  Tradisi Emas Olimpiade Indonesia di Tangan Greysia/Apriyani

“Saya juga berharap prestasi Leani Ratri Oktila ini dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet yang lain. Sehingga atlet lainnya bisa mengikuti jejaknya yang menjadi kebanggaan untuk tampil di kancah nasional maupun internasional. Semoga atlet-atlet Riau yang lain berprestasi di tingkat dunia,” ucap Syamsuar.

Sementara itu, Leani menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Riau atas bonus yang diberikan.

Presiden Jokowi memberikan bonus sebesar Rp Rp 13,5 miliar kepada Leani.

“Apresiasi dari Bapak Presiden dan Bapak Gubernur Riau menjadi motivasi lagi bagi saya untuk mengharumkan nama Indonesia. Dan saya juga berterima kasih kepada pihak-pihak lain yang juga memberikan bonus,” ucap Leani kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung Daerah Riau, Minggu.

Ia menuturkan, prestasi yang dicapainya tak lepas dari dukungan keluarga, terutama kedua orangtuanya.

Leani sejak kecil dilatih bermain badminton oleh ayahnya, F Mujiran di kampung halamannya di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau.

“Untuk mencapai semua ini berkat dukungan Papa dan Mama saya. Mereka selalu memberikan semangat dan melatih saya untuk jadi atlet (parabadminton) yang berprestasi. Dan saya sangat bersyukur dapat meraih medali dua medali emas dan perak ini,” ucap Leani.

Di samping itu, istri dari Badhu Latha ini mengajak para atlet yang ada di Riau maupun di Indonesia, harus mampu meraih peringkat internasional.

BACA JUGA  Tradisi Emas Olimpiade Indonesia di Tangan Greysia/Apriyani

“Saya rasa sudah saatnya dan yakin kita mampu meraih peringkat internasional tanpa ada batasan,” jelas Leani.

Sebelumnya, Leani Ratri Oktila berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga parabadminton.

Dalam pertandingan final ganda putri SL3-SU5 yang berlangsung di Yoyogi National Stadium Tokyo, Leani-Khalimatus menang atas pasangan Tiongkok, Cheng Hefang-Ma Huihui. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-12.

Kemudian, pada pertandingan final nomor ganda campuran SL3-SU5 di tempat yang sama, Leani Ratri Oktila dan Hary Susanto berhasil mengalahkan wakil Prancis Lucas Mazur-Faustine Noel.

Pasangan Indonesia tersebut harus bekerja keras sebelum memastikan medali emas dengan skor dua kosong langsung, 23-21, 21-17.

Saat bertanding di final tunggal putri SL4, Leani harus puas dengan medali perak dan merelakan medali emas ke tangan Cheng He Fang dari China.

Leani kalah tipis dengan skor 19-21 di gim pertama.

Di gim kedua, ia mulai bangkit dan bermain lebih tenang sehingga bisa memenangkan game ini dengan skor 21-17.

Lalu, di gim ketiga Leani Ratri-Cheng He Fang saling kejar-mengejar skor.

Sampai akhirnya, perjuangan Leani untuk menambah emas harus pupus dan harus merelakannya ke tangan Cheng He Fang.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here