Indragiri Hilir – Berniat ritual buka aura, malah nyawa dikirim ke alam baka, taktik licik dukun gadungan di Riau rampok harta wanita paruh baya.

Wanita paruh baya yang berusia 57 tahun di di Kecamatan Keritang, Inhil, Riau berinisial Y kehilangan nyawa akibat percaya pada dukun yang menjanjikan bisa buka aura.

Rupanya itu taktik sang dukun palsu untuk merampok harta sang wanita.

Polres Inhil pun menghadirkan S dalam konferensi pers yang di pimpin langsung Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan didampingi Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah di Aula Rekonfu Mapolres Inhil, Tembilahan, Jumat (24/9/2021).

Berikut fakta-fakta yang dihimpun Tribunpekanbaru.com:

1. Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar

Wanita berinisial Y (57) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya sendiri.

Y ditemukan meninggal dunia oleh suaminya di kamar depan rumah dengan posisi telentang pada Kamis (2/9/21) sekira pukul 19.30 WIB.

Belakangan diketahui harta benda Y berupa emas telah hilang.

Keluarga besar korban pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Keritang, Kamis (16/9/21).

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan menjelaskan, pihaknya membentuk Tim Khusus (Timsus) mengungkap perkara curas yang merenggut nyawa Y dengan sadis.

2. Dijanjikan Buka Aura

Pelaku pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan akhirnya ditangkap.

Pelaku berinisial adalah seorang pria yang berinisial S, berusia 42 tahun.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan menjelaskan, dari pengakuan pelaku, ia dan korban telah saling kenal sebelumnya, bahkan menurut pelaku mereka memiliki hubungan khusus.

Perampokan yang berakhir pembunuhan itu telah direncanakan dengan licik oleh pelaku.

Pelaku berpura-pura sebagai dukun dan bisa membuka aura korban karena ia memiliki ilmu khusus.

“Pelaku mendekati korban dengan cara berpura – pura menjadi orang pintar atau dukun yang bisa membuka aura korban,” beber Kapolres.

“Pembunuhan telah direncanakan, pelaku menghubungi korban sebelum tiba di rumah korban,” ucap Kapolres.

3. Hasil Kejahatan untuk Foya-foya

Setelah melakukan pembunuhan terhadap korban, pelaku kemudian mengambil barang berharga berupa perhiasan kalung emas milik korban.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Riau, Barang Bukti dari Sabu, Timbangan Hingga Uang Jutaan

Pelaku langsung menuju toko emas di Tembilahan untuk menjual kalung emas tersebut.

“Pelaku menjual ke pedagang emas dengan berpura-pura menjualkan emas milik mertuanya,” masih keterangan Kapolres Inhil.

” Satu untai kalung emas 25 mayam milik korban di jual pelaku dengan hasil penjualan Rp 66.250.000, dengan harga Rp 2.650.000 per mayam,” imbuh Kapolres.

Uang hasil penjualan dimasukkan pelaku ke rekening BNI miliknya sebesar Rp 20 juta, sebagian dipergunakan oleh pelaku berfoya-foya.

Pelaku juga sempat berkilah jika 2 unit handphone masing – masing merk Oppo Reno 4F dan Oppo A54 tidak dibeli oleh tersangka dengan mengunakan uang hasil kejahatan tersangka dimaksud.

Namun dari hasil penyelidikan diketahui ke 2 unit handphone tersebut dibeli masing-masing pada 2 dan 9 September 2021 sebelum aksi kejahatan, sehingga penyidik yakin kedua hp tersebut dibeli menggunakan uang hasil penjualan emas milik korban.

4. Dibekuk Ketika Sedang Nonton Organ Tunggal

Kasus tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan (curas) sadis oleh pelaku S berhasil diungkap pihak kepolisian.

Pelaku berinisial S (42) diamankan Sat Reskrim Polres Inhil dan Polsek Keritang yang diback up oleh Tim Jatanras Polda Riau, Selasa (20/9/21) sekira pukul 04.00 WIB dini hari.

Pelaku diamankan pihak kepolisian di saat sedang asik menonton pertunjukan orgen tunggal atau keyboard di parit 4 RT 004 RW 000 Desa Kayu Raja Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Riau.

5. Pelaku Tertunduk Lesu

Kapolres Inhil mengungkapkan dari hasil penyelidikan tim khusus yang dibentuk, keterlibatan pelaku tercium.

“Hasil penyelidikan timsus mengarah kepada pelaku yang merupakan warga Desa Teluk Kelasa, Keritang,” ungkap Kapolres Inhil membacakan press release yang juga didampingi Paur Humas Ipda Esra.

“Hasil sidik diketahui bahwa pelaku ingin memiliki barang berharga milik korban,” imbuhnya.

Memakai baju tahanan berwarna oranye, S hanya bisa tertunduk lesu di balik penutup kepala yang digunakannya dalam konferensi pers di hadapan awak media di Polres Inhil.

BACA JUGA  Wanita di Riau Ini Pura-pura Belanja Sayur Larikan Duit Pedagang Pasar Arengka Rp 7 Juta

Pelaku dihadirkan bersama barang bukti, antara lain, uang sejumlah Rp. 9.557.000, 1 unit handphone merk Oppo Reno 4F warna putih dan 1 unit handphone merk Oppo A54 warna biru beserta kotaknya.

Satu unit handphone merk Nokia model TA- 1174 wama biru, 1 buah buku tabungan Bank BNI serta 1 lembar kartu ATM BNI.

6. Keluarga Curiga Meninggal Tak Wajar

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan menerangkan, pihak keluarga curiga kematian korban tidak wajar.

Ketika dimandikan, jenazah korban mengeluarkan darah di bagian mulut dan terdapat luka memar di bagian bawah telinga.

Perhiasan korban yang hilang atau tidak ditemukan adalah 1 untai kalung dan beberapa buah gelang dengan kerugian 120 mayam yang apabila dikalkulasi dengan uang Rp 340 juta.

“Curas yang dialami korban dikuatkan dengan tidak ditemukannya barang berharga (perhiasan) milik korban namun demikian mayat korban tetap di makamkan,” jelas Kapolres Inhil.

7. Manfaatkan Kedekatan hingga Leluasa Masuk Rumah Korban

Polisi menerapkan pasal 340 Jo Pasal 338 jo pasal 365 Ayat (3) KUHP.

Dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama – lamanya 20 tahun.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku menjerat leher korban dengan menggunakan tali rapia hingga akhirnya korban kehabisan nafas dan meninggal dunia.

“Sesuai dengan hasil autopsi, korban meninggal dunia akibat kekerasan tumpul dengan cara mencekik, menjerat dan membekap daerah leher (kerongkongan), sehingga menimbulkan patah tulang lidah dan sumbatan jalan nafas korban,” beber Kapolres Inhil.

Kapolres menambahkan, tali rapia diambil oleh pelaku dari dalam rumah korban untuk menjerat leher korban dengan tali dari arah belakang hingga korban meninggal dunia.

Kedekatan pelaku dengan korban dimanfaatkan oleh pelaku untuk dapat masuk ke dalam rumah korban dengan mudah.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here